Wabah Corona, Kemenhub Incar Pasar Turis Asing yang Akan ke Tiongkok

Penulis: Rizky Alika

Editor: Ekarina

12/2/2020, 19.52 WIB

Kemenhub juga mendorong maskapai nasional untuk membuka rute penerbangan ke destinasi wisata baru selain Tiongkok.

Kemenhub Dorong Maskapai Ambil Alih Pasar Turis Asing Rute Tiongkok.
ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari
Maskapai Garuda Indonesia bersiap mendarat di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Kamis (23/1/2020). Kemenhub mendorong maskapai buka rute baru di luar Tiongkok.

Pemerintah membidik pangsa turis asing yang biasanya memilih destinasi wisata Tiongkok, untuk beralih ke Indonesia. Hal ini seiring dengan merebaknya virus corona di Negeri Panda yang menjangkit negara tersebut selama  sebulan terakhir. 

Staf Khusus Menteri Perhubungan, Adita Irawati mengatakan, pihaknya mendorong maskapai internasional untuk mengalihkan penumpang internasional menuju Indonesia. "Penumpang internasional yang biasanya terserap ke Tiongkok, bisa dialihkan ke Indonesia," kata dia di Kantor Staf Presiden, Jakarta, Rabu (12/2).

Namun, upaya tersebut menurutnya memerlukan kerja sama secara intensif  antara kementerian, dalam hal ini khususnyaa Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

(Baca: Tiongkok Ditutup, Slot Penerbangan Ditambah dari Timur Tengah ke Bali)

Sebagaimana diketahui, wabah virus corona turut memukul sektor pariwisata nasional. Hal ini sejalan kebijakan pemerintah menutup sementara penerbangan dari dan ke seluruh destinasi di daratan Tiongkok guna mencegah menyebaran virus corona. 

Karenanya selain menangkap pasar turis, Kemenhub juga mendorong maskapai nasional untuk membuka rute penerbangan ke destinasi wisata baru selain Tiongkok. Beberapa rute yang bisa menjadi alternatif, seperti kawasan negara Asia Barat, seperti India, Pakistan, Maladewa, Srilanka, dan Nepal.

Rute ini dinilai potensial, sebab negara tersebut belum memiliki lalu lintas penerbangan yang tinggi. Kemudian, ia juga mendorong destinasi alternatif ke Turki dan Australia.

Strategi tersakhir, Kemenhub juga mendorong maskapai nasional untuk memberikan insentif berupa diskon penerbangan rute domestik guna mengompensasi penurunan penumpang selama masa penutupan sementara rute penerbangan ke Tiongkok.

Diskon tiket tersebut menurutnya bisa diterapkan untuk penerbangan tujuan Kepulauan Riau, Manado, dan Bali. Ketiga destinasi tersebut merupakan wilayah yang banyak dikunjungi oleh wisman asal Tiongkok.

Maskapai pelat merah Garuda Indonesia telah memberikan diskon penerbangan hingga 30% untuk periode 10-12 Februari. Diskon diberikan untuk tujuan Batam, Manado, dan Denpasar.

Sebagaimana diketahui, Indonesia menjadi salah satu negara yang banyak dikunjungi turis Tiongkok. Data Badan Pusat Statistik (BPS), kunjungan dari turis Tiongkok berkontribusi 12,86% terhadap total 16,11 juta kunjungan turis asing ke Indonesia pada 2019. Kunjungan turis Tiongkok ke Indonesia merupakan yang terbanyak kedua setelah kunjungan turis Malaysia.

(Baca: Dampak Corona terhadap Ekonomi Indonesia)

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio mengatakan Indonesia berpotensi kehilangan devisa US$ 4 miliar atau setara Rp 54,8 triliun bila rute penerbangan dari dan menuju Tiongkok ditutup selama setahun.

Nilai tersebut berasal dari jumlah turis asal Tiongkok yang mencapai 2 juta orang dalam setahun, dengan rata-rata pengeluaran US$ 1.400 per kunjungan.

Potensi kerugian bisa lebih besar lantaran adanya risiko turis asing lainnya menunda perjalanan lantaran wabah virus corona juga memunculkan kekhawatiran untuk melancong. “Jadi memang ini sebuah tantangan yang cukup berat buat pariwisata,” kata Wishnutama.

Reporter: Rizky Alika

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan