Meski Terjadi Pandemi, Konstruksi Proyek Tangguh Train III Tetap Jalan

Penulis: Verda Nano Setiawan

Editor: Happy Fajrian

26/3/2020, 16.31 WIB

Target operasi Tangguh Train III masih sesuai jadwal yakni pada 2021.

tangguh train iii, skk migas, pandemi corona, virus corona, covid 19
Ajeng Dinar Ulfiana | KATADATA
SKK Migas memastikan, meski terjadi pandemi corona, pengerjaan proyek Tangguh Train III di Teluk Bintuni, Papua Barat terus berjalan dan telah mencapai 80%.

Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi atau SKK Migas menyebut perkembangan pengerjaan proyek Tangguh Train III di Teluk Bintuni, Papua Barat, terus berjalan meski dihantam oleh pandemi corona atau Covid-19.

Deputi Operasi SKK Migas Julius Wiratno mengatakan, secara keseluruhan pengerjaan proyek Tangguh Train III saat ini telah mencapai 80%. Sementara pengerjaan proyek di wilayah offshore telah mencapai 98%. Dengan begitu, proyek Tangguh Train III ini ditargetkan dapat beroperasi pada 2021.

"Semoga sesuai jadwal. Sekarang kami idle dulu. Will see nanti apakah bisa kami recover apa tidak, ya nanti kami review lagi," kata Julius kepada Katadata.co.id, Kamis (26/3).

Maka itu, pihaknya pun akan berusaha agar pengerjaan proyek Tangguh Train III yang sifatnya penting terus berlanjut. Namun, SKK Migas mengimbau agar pekerja proyek Tangguh terus mengutamakan keselamatan diri di lapangan dengan menerapkan standar kebijakan yang dikeluarkan perusahaan.

(Baca: Jadwal Operasi Tangguh Train III Terlambat, Biaya Proyek Bengkak 30%)

"Yang sifatnya penunjang atau bisa kita tunda, maka kita imbau pekerjanya untuk menciptakan safe working space di lapangan, physical distancing, dan lain-lain. Nanti kami coba recover lagi kalau keadaan sudah membaik," kata Julius.

Di konfirmasi secara terpisah, Head of Country BP Indonesia Moektianto Soeryowibowo memastikan pengerjaan proyek Tangguh Train III terus berjalan. Namun, perusahaan membatasi jumlah pekerja di lapangan guna meminimalisir penyebaran virus corona.

"Hanya mereka yang memiliki pekerjaan yang kritikal terhadap keselamatan dan keberlangsungan operasi, serta untuk kelancaran pekerjaan proyek Tangguh Train III yang diperbolehkan bekerja di lapangan Tangguh," kata dia.

Adapun, proyek Tangguh Train III merupakan bagian dari kawasan pengembangan blok migas Wiriagar Berau dan Muturi di Teluk Bintuni, Papua Barat. Blok tersebut dioperatori oleh BP Berau Ltd dengan hak partisipasi sebesar 40,22%. Komposisi hak kelola BP meningkat dari semula 37,16% setelah Talisman keluar dari proyek tersebut.

(Baca: Demi Efisiensi, BP Indonesia Kurangi Pekerja di Proyek Tangguh)

Kontraktor lainnya yaitu MI Berau B.V sebesar 16,3%, CNOOC Muturi Ltd 13,9%, Nippon Oil Exploration (Berau) Ltd 12,23%, KG Berau Petroleum Ltd 8,56%, KG Wiriagar Petroleum Ltd 1,44%, dan Indonesia Natural Gas Resources Muturi Inc dengan hak kelola 7,35%.

Sejauh ini kontrakto Blok Wiriagar Berau dan Muturi telah membangun Train I dan Train II dengan kapasitas masing-masing 3,8 juta ton per tahun (MTPA). Jika Train III beroperasi, maka total kapasitas pengolahan gas akan mencapai 11,4 juta MTPA.

Reporter: Verda Nano Setiawan

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan