Garuda Minta Perpanjangan Waktu Utang Rp 7,5 T yang Jatuh Tempo Juni

Penulis: Ihya Ulum Aldin

Editor: Happy Fajrian

19/5/2020, 21.49 WIB

Garuda Indonesia mengajukan perpanjangan tenor utang sukuk globalnya ini minimal selama 3 tahun.

utang sukuk global, garuda indonesia, restrukturisasi utang sukuk
ANTARA FOTO/REUTERS/Regis Duvignau/File Ph
Garuda Indonesia mengajukan perpanjangan waktu pelunasan utang sukuk global senilai US$ 500 juta yang akan jatuh tempo 3 Juni 2020. Maskapai pelat merah ini akan mengajukan perpanjangan tenor minimal 3 tahun.

PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) mengajukan permohonan perpanjangan waktu pelunasan utang sukuk global senilai US$ 500 juta atau Rp 7,5 triliun (asumsi kurs Rp 15.000/US$) yang akan jatuh tempo 3 Juni 2020 mendatang. Garuda mengusulkan perpanjangan waktu pelunasan minimal 3 tahun.

Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra mengatakan, melalui permohonan persetujuan (consent solicitation) atas sukuk ini, bisa membuat maskapai milik pemerintah ini memperkuat pengelolaan rasio likuiditas di skala yang lebih baik.

"Sehingga kami dapat mengoptimalkan upaya peningkatan kinerja Perseroan dengan lebih dinamis," kata Irfan melalui siaran pers yang diterima Katadata.co.id, Selasa (19/5).

Proposal perpanjangan waktu pelunasan sukuk global tersebut akan dimintakan persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Sukuk yang akan dilaksanakan pada akhir masa tenggang atau grace period, yaitu pada 10 Juni 2020 mendatang.

(Baca: Dapat "Suntikan" Dana Rp 8,5 T, Garuda Siapkan Alokasi Penggunaan)

Adapun, komite ad-hoc dari pemegang sukuk sudah dibentuk yang secara keseluruhan memegang sekitar 28% sukuk. Setelah berdiskusi dengan komite tersebut, Garuda mengajukan proposal ini melalui Singapore Exchange (SGX), tempat sukuk itu diterbitkan.

Garuda Indonesia mengindikasi bahwa setiap anggota komite tersebut, berniat untuk memberikan suara setuju terhadap proposal yang diajukan oleh perseroan.

Irfan mengatakan, pengajuan perpanjangan jatuh tempo ini tidak terlepas dari penyebaran virus Covid-19 yang membawa dampak signifikan terhadap kinerja Perseroan. "Namun demikian kami sangat optimistis, Perseroan dapat melewati fase ini dengan baik dan dapat semakin adaptif," katanya.

Selain itu, pemerintah selaku pemegang saham telah menyatakankan dukungannya terhadap upaya Garuda untuk beroperasi secara going concern selama masa pandemi ini. Selain itu, Irfan mengaku tengah dalam pembahasan aktif untuk memperoleh dukungan pemerintah dalam bentuk pembiayaan untuk memastikan operasional perusahaan.

(Baca: Kemenkeu dan BUMN Cari Solusi Utang Garuda Jatuh Tempo US$ 500 Juta)

Reporter: Ihya Ulum Aldin

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan