Dua Pemimpin Perempuan Berbagi Cerita Tantangan Karier dan Usaha

Rizky Alika
7 November 2019, 21:47
Desi Dwijayanti selaku Moderator, Penny K Lukito selaku Kepala Badan POM RI, Nurhayati Subakat selaku Komisaris PT. Paragon Technology and Innovation, dan Andi Taufan Garuda selaku CEO Amartha\memberikan paparan dalam konferensi mengenai Peran Peremp
Ajeng Dinar Ulfiana | KATADATA
Desi Dwijayanti selaku Moderator, Penny K Lukito selaku Kepala Badan POM RI, Nurhayati Subakat selaku Komisaris PT. Paragon Technology and Innovation, dan Andi Taufan Garuda selaku CEO Amartha\memberikan paparan dalam konferensi mengenai Peran Perempuan Indonesia untuk Pembangunan Berkelanjutan dalam acara Unite For Education Sustainability Fforum 2019 dengan tema \"Perempuan Pecinta Perubahan yang di selenggarakan oleh Permata Bank\" di Gandaria City Mall, Jakarta (7/11/2019). \

Pendiri PT Paragon Technology Innovation (Wardah Cosmetics) Nurhayati Subakat dan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Penny Kusumastuti Lukito berbagi cerita tentang perjalanan usaha hingga membawa perubahan terhadap karier mereka. Keduanya mengungkapkan, gender tak membatasi gerak mereka dalam membangun usaha dan karier.

Nurhayati Subakat menceritakan awal mula bisnisnya hingga berhasil membangun usaha kosmetik meski dimulai dari usaha mikro.

"Dulu saya mulai dengan membuat produk kosmetik sendiri, sambil keliling antar salon menawarkan produk. Malah pabrik saya sempat terbakar," kata dia dalam acara Unite for Education Sustainability Forum yang digelar oleh Permata Bank di Jakarta, Kamis (11/7).

(Baca: Kosmetik Nasional Bersaing dengan Produk Impor)

Menurutnya, perempuan Indonesia tidak boleh mudah menyerah. Salah satu kunci sukses sebagai wanita karier, menurutnya adalah dengan menjalin komunikasi dengan dengan anggota keluarga.

Hubungan yang terjaga dengan pihak penyokong tersebut dapat menjadi support system utama bagi para perempuan. 

Nurhayati pun menceritakan perjalanannya saat bekerja dan mengurus anak yang masih kecil. Pada saat itulah, ia berpikir membangun mess bagi karyawan single maupun yang sudah berkeluarga agar dekat dengan pabrik.

Tak hanya itu, perusahaannya juga memberikan waktu kerja yang fleksibel bagi karyawannya.

Nurhayati mengungkapkan, usaha kosmetik itu pertama kali ia rintis dari skala industri rumahan dengan dua orang karyawan yang tak lain asisten rumah tangganya sendiri.

Namun, selang beberapa tahun kemudian, Paragon menjelma sebagai perusahaan besar dengan 11 ribu karyawan serta pabrik seluas 20 hektar. Ia pun mengatakan, sebanyak 85% pekerja Paragon merupakan perempuan.

"Kami tidak membedakan gender, semua tergantung pekerjaan dan kompetensi," ujar dia.

(Baca: BPOM Hentikan Sementara Distribusi 67 Merk Obat Mengandung Ranitidin)

Lain lagi cerita Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Penny Kusumastuti Lukito. Perempuan berhijab ini mengatakan, sebelum bekerja di BPOM, ia lebih dahulu bekerja di Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional (Bappenas).

Halaman:
Reporter: Rizky Alika
Editor: Ekarina

Cek juga data ini

Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...