Harga Minyak Turun, Investasi Hulu Migas Berkurang Rp 2,7 Triliun

Safrezi Fitra
20 Mei 2015, 19:08
SKK MIgas
Arief Kamaludin|KATADATA

KATADATA ? Rendahnya harga minyak dunia membuat para kontraktor minyak dan gas bumi (migas) memangkas investasinya tahun ini. Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Migas (SKK Migas) mencatat nilai investasi hulu migas tahun ini berkurang US$ 210 juta atau sekitar Rp 2,73 triliun, dari rencana awal.

Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Migas (SKK Migas) Amien Sunaryadi mengatakan kontraktor migas merevisi rencana kerja dan anggarannya (work plan and budget) tahun ini. Revisi ini membuat nilai investasi hulu migas tahun ini berkurang 16,4 persen. "Revisi work plan and budget ini belum selesai. Tapi untuk angka sementara tahun 2015 rencana investasi eksplorasi hasilnya senilai US$ 1,28 miliar direvisi jadi US$ 1,07 miliar," kata dia di Jakarta Conventional Center, Jakarta, Rabu (20/5).

(Baca: Rencana Bisnis Direvisi, Penerimaan Migas Bisa Turun)

Dengan adanya revisi tersebut, kegiatan eksplorasi sumur migas pun berkurang. Awalnya jumlah sumur migas yang akan dieksplorasi tahun ini mencapai 205 sumur, kemudian berkurang menjadi hanya 149 sumur. Salah satunya PT Pertamina (Persero) yang menutup 100 sumur eksplorasinya.

Kepala Divisi Pengendalian Program dan Anggaran Bidang Pengendalian Perencanaan SKK Migas Benny Lubiantara mengatakan pengurangan investasi dan kegiatan eksplorasi ini tidak mengurangi target lifting tahun ini. Dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) 2015, lifting minyak tahun ini ditargetkan sebesar 825.000 barel per hari (bph).

Menurut dia dengan adanya revisi rencana kerja ini, produksi juga mengalami penurunan dari angka sebelumnya yakni 849.000 bph menjadi 825.000 bph. "Jadi sama dengan target APBN-P, relatif tidak bergerak," ujar dia.

(Baca: Perusahaan Migas Asing Akan Hengkang dari Indonesia)

Adanya revisi rencana kerja ini juga membuat biaya pengembalian investasi atau cost recovery juga mengalami penurunan. Sebelumnya biaya cost recovery yang ditanggung pemerintah sebesar US$ 19,5 miliar, kemudian turun 20 persen menjadi US$ 16,5 miliar.

Sebelumnya Wakil Presiden Indonesian Petroleum Association (IPA) Sammy Hamzah mengatakan hampir semua perusahaan migas merevisi rencana kerja dan anggarannya tahun ini. Revisi dilakukan seiring terus menurunnya harga minyak mentah dunia ke kisaran US$ 50 per barel. Padahal, ketika rencana bisnis tersebut disusun pada 2014 lalu, harga minyak diasumsikan berada di level US$ 100 per barel.

(Baca: Perusahaan Migas Pangkas Hingga 40 Persen Dana Investasi)

Besaran pemangkasan dana investasi di masing-masing perusahaan migas bervariasi. Bahkan, ada perusahaan yang memotong dana investasinya sampai 40 persen. ?Rata-rata semua perusahaan migas revisi rencana bisnisnya. Angkanya bervariasi antara 10 persen sampai 40 persen,? kata dia.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Arnold Sirait

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...