Pertamina Tutup 100 Sumur Migas Tahun Ini

Safrezi Fitra
13 April 2015, 10:27
pertamina donang.jpg
KATADATA/

KATADATA ? PT Pertamina (Persero) saat ini sedang merevisi rencana bisnisnya. Akibat revisi ini perusahaan minyak dan gas (migas) negara tersebut berencana menutup kegiatan operasi di 100 sumur migasnya tahun ini.

Vice President for Corporate Communication Pertamina Wianda Pusponegoro membenarkan rencana perusahaannya yang akan menutup 100 sumur produksi. Namun, dia mengaku sumur-sumur yang ditutup tersebut merupakan sumur yang belum berproduksi.

"Intinya Pertamina sudah merevisi beberapa target proyek yang dimasukkan dalam Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan 2015. Namun, tetap bertujuan menjaga level produksi dengan biaya yang lebih efektif serta efisien," ujar dia kepada Katadata, Senin (13/4). 

Pertamina sebelumnya menargetkan produksi minyak mentah sebesar 329.000 barel per hari (bph) di 2015. Angka ini lebih tinggi dibandingkan realisasi produksi tahun lalu yang hanya 280.200 bph. Sementara untuk gas, Pertamina menargetkan sebesar 1,67 miliar kaki kubik per hari (billion cubic feet per day/bcfd). Tahun lalu produksi gas Pertamina sebanyak 1,61 bcfd.

Hingga Februari 2015, produksi minyak Pertamina baru mencapai 240.590 bph. Sementara produksi gasnya hanya 1,62 bcfd.

Deputi Pengendalian Perencanaan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Migas (SKK Migas) Aussie B Gautama mengatakan rencana penutupan 100 sumur Pertamina dipastikan akan mempengaruhi produksi. Revisi rencana kerja yang dilakukan Pertamina membuat produksi migasnya lebih rendah dari target yang sudah ditetapkan sebelumnya.

"100 sumur produksi ditutup Pertamina. Dampaknya ke produksi minimal," kata dia kepada Katadata.

Menurut dia, tahun ini banyak perusahaan migas yang merevisi rencana kerja dan anggarannya (work program and budgeting/ WP&B). Revisi ini dilakukan sebagai akibat dari harga minyak yang rendah, yakni di kisaran US$ 50 per barel.

Direktur Indonesian Petroleum Association (IPA) Sammy Hamzah mengatakan hampir semua kontraktor Migas merevisi rencana bisnis dan anggarannya. Kontraktor migas memangkas anggaran investasinya sekitar 10 persen sampai 40 persen.

Dengan adanya revisi tersebut, Direktur  Hulu Migas Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Naryanto Wagimin khawatir akan mempengaruhi produksi dan lifting migas. Hal ini pada akhirnya akan berpengaruh pada penerimaan negara di sektor migas.

(Baca: Rencana Bisnis Direvisi, Penerimaan Migas Bisa Turun)

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Arnold Sirait

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...