SKK Migas Siap Bahas Permintaan Kenaikan Tarif Perusahaan Pengeboran

Image title
14 Juni 2020, 18:36
SKK Migas
dok. SKK Migas

Pelaku usaha pengeboran meminta insentif berupa kenaikan Tarif Harian Operasi (THO) dalam masa transisi menuju normal baru. Karena ada tambahan biaya untuk menjalankan protokol kesehatan, Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi atau SKK Migas terbuka untuk berdiskusi.

Deputi Operasi SKK Migas Julius Wiratno, mengungkapkan sejauh ini belum ada pengajuan resmi dari para pelaku usaha jasa pengeboran migas. "Saya juga belum paham persis komponen-komponen THO tersebut, tapi kami terbuka untuk diskusi dengan para ahlinya," kata Julius, kepada Katadata.co.id, Minggu (14/6).

Advertisement

Pada prinsipnya, SKK Migas akan berusaha agar Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) dan pelaku jasa pengeboran Migas dapat tetap bertahan. Sebab, di satu sisi ada tambahan biaya operasional, namun di sisi lain harga minyak mentah dunia saat ini masih tertekan.

Rendahnya permintaan global sebagai imbas pandemi Covid-19 turut memukul bisnis Migas. "Bisnis ini harus bertahan di kedua belah pihak, antara pembeli dan penjual. Jadi harus dibicarakan dan dicari titik temu keekonomiannya," kata dia.

Dikonfirmasi secara terpisah, Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Pemboran Minyak, Gas dan Panas Bumi Indonesia (APMI) Wargono Soenarko mengatakan pihaknya saat ini tengah memperjuangkan THO yang wajar agar operasional dapat berjalan di tengah ketidakpastian ekonomi.

(Baca: Pro Kontra Pembentukan Lima Subholding Pertamina)

Menurutnya, dalam transisi menuju baru baru, ada tambahan beban operasional dalam pengeboran Migas. Sebab, protokol Kesehatan mensyaratkan pemangkasan kapasitas di lokasi kerja. Artinya, harus ada penyesuaian shift dan pembagian jam kerja. Belum lagi belanja untuk tambahan fasilitas sanitasi.

Halaman:
Reporter: Verda Nano Setiawan
Editor: Pingit Aria
Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...
Advertisement