Plus-Minus Kenaikan Harga Minyak Mentah Dunia bagi RI

Image title
26 Februari 2021, 17:33
harga minyak, pertamina, migas
ANTARA FOTO/Dedhez Anggara
Ilustrasi. Dampak kenaikan harga minyak mentah dunia ke perekonomian RI.

Sektor pertambangan merupakan penyumbang terbesar kas negara. Dengan asumsi kenaikan ICP sebesar US$ 1 per barel, maka pendapatan Indonesia naik Rp 3,7 triliun sampai Rp 4,7 triliun. 

Kenaikan harga minyak hingga US$ 60 sampai US$ 65 per barel, maka potensi pertambahan pundi negara berada di kisaran Rp 90 triliun sampai Rp 110 triliun. 

Eksplorasi Industri Hulu Migas Berpeluang Naik

Kenaikan harga minyak menjadi angin segar bagi industri hulu migas. Direktur Eksekutif Energy Watch Mamit Setiawan mengatakan kontraktor kontrak kerja sama atau KKKS akan terdorong untuk melakukan kegiatan pengeboran dan perawatan sumur.

Seluruh kegiatan itu dapat meningkatkan produksi migas Tanah Air. Target produksi siap jual atau lifting untuk minyak tahun ini sebesar 705 ribu barel per hari. Sedangkan lifting gas dipatok 1,07 juta barel ekuivalen minyak per hari (BOEPD). 

Dengan banyaknya pekerjaan di sektor migas, maka tenaga kerja yang terserap akan naik, begitu pula dengan perekonomian masyarakat sekitar. 

Yang jadi persoalan adalah kenaikan harga BBM. Komponen pembentuknya ada mean Platts Singapore (MOPS) atau Argus yang berpatokan pada harga minyak dunia. 

Apabila terus mengalami kenaikan, Pertamina dan badan usaha lainnya mau-tak mau menaikkan harga BBM nonsubsidi. Untuk Premiun dan Pertalite, yang bersubsidi, masih dapat tertahan. “Ini akhirnya yang memberatkan keuangan negara,” kata Mamit. 

Ia memproyeksikan harga minyak dunia tahun ini akan berada di angka US$ 60 sampai US$ 70 per barel, bahkan lebih. Dengan catatan, program vaksinasi secara global berjalan lancar. Perekonomian dunia dapat tumbuh dan konsumsi bahan bakar pun pulih. 

Halaman:
Reporter: Verda Nano Setiawan
Editor: Sorta Tobing

Cek juga data ini

Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...