Menteri ESDM: Pertamina Kelola Blok Masela Dukung Transisi Energi RI

Muhamad Fajar Riyandanu
19 Mei 2023, 14:24
blok masela, pertamina, menteri esdm
ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/foc.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif.

Menteri ESDM Arifin Tasrif menyampaikan urgensi peran Pertamina dalam proses divestasi 35% saham yang dilepas oleh Shell pada pengelolaan Proyek Abadi LNG Blok Masela.

Arifin menilai, langkah tersebut ditujukan untuk mendukung program transisi energi nasional melalui perantara sumber daya gas bumi dari lapangan yang memiliki cadangan gas sebesar 4 triliun kaki kubik (TCF) tersebut.

"Kita perlu cost untuk mendukung transisi energi. Gas ini lebih bersih dari batu bara, dan sementara itu demand gas juga meningkat. Makanya kita optimalkan sumber potensi yang ada sebelum 2060," kata Arifin di Kantor Kementerian ESDM pada Jumat (19/5).

Monetisasi Proyek LNG Masela menemui hambatan karena biaya pengelolaannya yang besar. Arifin menyampaikan bahwa Shell telah berupaya untuk menawarkan porsi saham ladang gas mereka ke sejumlah perusahaan migas global. Namun, upaya tersebut masih belum menemui hasil.

Demi mengisi kekosongan ruang yang ditinggalkan Shell sekaligus mempercepat pengembangan Blok Masela, pemerintah memutuskan untuk mendorong Pertamina untuk ikut aktif dalam proses alih aset blok proyek gas alam cair yang terletak di Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku tersebut.

"Selama ini memang ditawarkan ke internasional tidak ada, maka sekarang ini pemerintah ingin mendorong wakil pemerintah untuk bisa mengisi. Selama ini Shell menawarkan ke mana-mana, kosong," ujar Arifin.

Negosiasi Harga dengan Shell Berjalan Alot

Arifin juga menyampaikan prosesi alih 35% aset hak partisipasi Shell kepada Pertamina belum menemui kata 'final'. Bahkan, negosiasi antar perusahaan migas tersebut kian berjalan alot. "Masih dalam proses negosiasi, agak alot. Shell itu ya mestinya dia lebih mengerti. Untuk kepentingan Indonesia Shell gak mau fleksibel," kata Arifin.

Hal serupa juga disampaikan oleh Kepala SKK Migas, Dwi Soetjipto. Dia menyebut proses alih aset tersebut terkendala negosiasi kesepakatan harga antara konsorsium dengan Shell.

Konsorsium Pertamina dan Petronas juga terus melakukan negosiasi dengan Shell untuk segera merampungkan pembelian 35% hak partisipasi sebelum melewati batas target maksimal yang ditetapkan oleh pemerintah pada paruh pertama tahun ini.

"Sudah pasti kalau negosiasi itu harganya yang belum ketemu. Namun selisih harganya sudah semakin mengecil," kata Dwi di Kementerian ESDM pada Senin (15/5).

Menurut Dwi, pembicaraan divestasi saham kian menuju kata sepakat seiring sikap Shell yang mulai bisa berkompromi dengan tawaran harga yang diajukan oleh konsorsium Pertamina dan Petronas.

Meski sudah ada kabar lanjutan ihwal proses alih aset Blok Masela, Dwi enggan menyampaikan besaran nilai transaksi dari proses pengambilalihan 35% saham hak partisipasi proyek tersebut karena proses negosiasi bisnis masih berlangsung. "Kami harapkan semester I ini sudah bisa deal negosiasi antara Shell dan Pertamina," ujar Dwi.

SKK Migas pernah menyampaikan bahwa Pertamina perlu menyiapkan US$ 1,4 miliar atau setara Rp 21 triliun untuk mengakuisisi 35% PI Shell di Blok Masela. Besaran itu menghitung pengeluaran Shell saat mengelola Blok Masela, yakni US$ 875 juta untuk PI 35% dan US$ 700 juta untuk investasi.

Direktur Jenderal Migas Kementerian ESDM, Tutuka Ariadji, mengatakan Pertamina dan Petronas kini sedang dalam proses untuk menyepakati rencana pengembangan atau Plan of Development (PoD) bersama SKK Migas.

Satu poin utama yang dibahas dalam PoD tersebut adalah implementasi teknologi penangkapan dan penyimpanan karbon atau Carbon Capture and Storage (CCS). Adanya tambahan fasilitas CCS di Proyek LNG Masela berdampak pada biaya proyek yang membengkak menjadi US$ 1,4 miliar atau sekitar Rp 21 triliun.

Reporter: Muhamad Fajar Riyandanu

Cek juga data ini

Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...