Pemerintah Genjot Konsumsi Listrik Melalui EV Hingga Rice Cooker

Mela Syaharani
15 November 2023, 20:40
Pemerintah mendorong penggunaan kendaraan listrik hingga alat rumah tangga yang menggunakan listrik, seperti rice cooker cukup signifikan meningkatkan konsumsi listrik.
ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto/tom.
Pemerintah mendorong penggunaan kendaraan listrik hingga alat rumah tangga yang menggunakan listrik, seperti rice cooker cukup signifikan meningkatkan konsumsi listrik.

Indonesia masih berada pada kondisi kelebihan pasokan listrik atau oversupply. Pemerintah akan mengatasi kelebihan pasokan listrik ini dengan cara menggenjot konsumsi listrik dengan mendorong penggunaan kendaraan listrik dan alat rumah tangga bertenaga listrik, seperti rice cooker.

Mengacu pada paparan PLN, sepanjang 2022, oversupply listrik mencapai sekitar 6 Gigawatt (GW). Hal ini disebabkan oleh adanya tambahan kapasitas sebesar 7 GW sedangkan peningkatan konsumsi hanya 1,2-1,3 GW.

“Kan ada EV (kendaraan listrik), ada yang dari konversi. Begitu kan banyak (opsi) untuk meningkatkan konsumsi listrik,” kata Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Jisman P. Hutajulu setelah Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi VII DPR RI, pada Rabu (15/11).

Jisman menyebut usaha pemerintah ini dianggap cukup berhasil untuk meningkatkan konsumsi listrik. “Itu signifikan lho, ada hubungannya,” jelas Jisman.

Listrik yang tak terserap ini membebani keuangan PLN. Hal ini karena skema take or pay yang digunakan dalam kontrak jual beli listrik antara PLN dengan produsen listrik swasta atau independent power producer (IPP). Setiap kelebihan pasokan 1 GW PLN disebut akan membebani keuangan PLN senilai Rp 3 triliun.

Keadaan oversupply listrik ini mulai berlangsung sejak pandemi Covid-19. PLN menyebut permintaan listrik mulai menurun meskipun pada 2019 untuk Pulau Jawa dan Bali terdapat keseimbangan antara pasokan dan demand listrik.

Halaman:
Reporter: Mela Syaharani

Cek juga data ini

Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...