Kementerian ESDM Ungkap Hasil Investigasi Kebakaran Smelter Freeport di Gresik

Mela Syaharani
20 Februari 2025, 12:15
Freeport
ANTARA FOTO/Zabur Karuru/foc.
Sejumlah pekerja menyelesaikan pembangunan proyek Smelter Freeport di kawasan Java Integrated and Industrial Port Estate (JIIPE), Manyar, Gresik, Jawa Timur, Jumat (29/7/2022). Pembangunan proyek tersebut kini mencapai 34,9 persen dan diitargetkan hingga akhir tahun 2022 mencapai 50 persen.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengungkapkan hasil investigasi terkait kebakaran di fasilitas pengolahan dan pemurnian (smelter) PT Freeport Indonesia (PTFI) di Gresik, Jawa Timur. 

Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara Tri Winarno mengatakan bahwa terdapat empat hasil pengumpulan fakta. Pertama, seluruh komponen material Wet Electrostatic Precipitator (WESP) mengalami kerusakan berat dan tidak bisa dioperasikan.

Kedua, setelah kebakaran terjadi pada pukul 17.45 WIB, pihak terkait telah melakukan barikade. Ketiga, terdapat saksi langsung dan tidak langsung yang memberikan keterangan mendukung peristiwa tersebut.

“Fakta lain terdapat indikasi adanya hotspot dan gangguan teknis pada alat sebelum pemadaman terjadi,” kata Tri dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi XII pada Rabu (19/2).

Dengan adanya empat fakta tersebut, tim Direktorat Jenderal Mineral dan Batu Bara menyimpulkan bahwa peristiwa tersebut merupakan kejadian berbahaya. Hal ini sesuai dengan Keputusan Menteri ESDM nomor 1827 K/30/MEM/2018 tentang pedoman pelaksanaan kaidah teknik pertambangan yang baik.

Sebagai tindak lanjut, Ditjen Minerba menetapkan delapan tindakan koreksi yang harus dilakukan oleh PTFI:

  1. Menganalisis kebutuhan pemasangan pengatur suhu atau detektor untuk mencegah kejadian serupa, serta memasang kamera pemantau di area WESP.
  2. Menjadwalkan start-up feeding yang lebih tepat agar kecukupan pengawas teknis dan operasional dapat terjamin saat commissioning peralatan.
  3. Menganalisis kebutuhan pemasangan sarana pemadam api otomatis atau sprinkler di area WESP.
  4. Membuat perangkat atau instrumen troubleshooting yang memungkinkan penanganan kondisi darurat secara cepat dan efisien.
  5. Memasang alarm indikasi kondisi darurat di control room serta tombol aktivasi kondisi darurat di lapangan berdasarkan hasil assessment.
  6. Mempelajari dan menerapkan referensi Hazard and Operability Study (HAZOP) sesuai kebutuhan dari perusahaan lain yang memiliki teknologi dan operasional serupa.
  7. Melakukan assessment manajemen risiko secara lebih mendalam, baik internal maupun eksternal, berdasarkan hasil investigasi Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Jawa Timur untuk menentukan akar penyebab kejadian.
  8. Menyederhanakan sistem dan prosedur manajemen keselamatan dalam masa transisi agar implementasi keselamatan lebih efektif dan terintegrasi.

Investigasi ini melibatkan Ditjen Minerba, PTFI, serta Tim Bareskrim Polri. "Sudah keluar hasilnya. PTFI juga telah memberikan justifikasi bahwa seluruh kerusakan akan diganti total oleh asuransi," kata Tri.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Mela Syaharani

Cek juga data ini

Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...