Pemerintah Pastikan BBM di SPBU Vivo Tersedia Mulai Minggu Kedua Oktober

Mela Syaharani
30 September 2025, 07:48
bbm di spbu vivo,
Anggita Amalia|Katadata
SPBU Vivo
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral atau ESDM menyebut pasokan bahan bakar minyak alias BBM di SPBU Vivo mulai tersedia pada pekan kedua Oktober. Kelangkaan BBM di SPBU milik badan usaha swasta terjadi sejak akhir Agustus.

PT Vivo Energy Indonesia sepakat pada pekan lalu, untuk mengambil pasokan impor base fuel melalui Pertamina Patra Niaga dengan skema business to business atau B2B.

“Informasi dari Vivo, BBM (pengadaan Pertamina) sudah siap dipasarkan. Namun saat ini Vivo masih menjual sisa stok yang mereka miliki. BBM yang dipesan (dari Pertamina) baru akan dipasarkan di SPBU pada minggu kedua Oktober,” kata Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Laode Sulaeman kepada Katadata.co.id, Senin (29/9).

Base fuel merupakan produk BBM dengan kadar oktan murni dan belum dicampur dengan zat tambahan (aditif) dan pewarna. Nantinya, SPBU swasta mengolah base fuel itu sesuai dengan spesifikasi dan racikan masing-masing perusahaan.

Penambahan zat aditif dan pewarna sesuai racikan masing-masing itu yang membedakan produk akhir BBM di SPBU swasta.

Berdasarkan rapat yang dilaksanakan oleh Kementerian ESDM pada pertengahan bulan ini, terdapat lima badan usaha SPBU swasta yang mengalami kelangkaan pasokan BBM yakni BP-AKR, AKR, Shell Indonesia, Vivo Energy, dan ExxonMobil.

“Sampai saat ini tidak ada (tambahan kesepakatan dengan badan usaha swasta). Baru Vivo yang sudah menyatakan komitmen akan menyerap dan membeli (BBM melalui pengadaan Pertamina),” kata Pj. Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga Roberth MV Dumatubun saat dihubungi Katadata.co.id, Senin (29/9).

Vivo Serap 40 Ribu Barel Base Fuel

Vivo sepakat untuk menyerap 40 ribu barel dari 100 ribu barel kuota yang ditawarkan Pertamina. Keduanya berkomitmen memastikan ketersediaan BBM, serta distribusi energi dan memberikan pelayanan kepada masyarakat. 

“Kebijakan ini bukan sekadar soal impor BBM, melainkan tentang bagaimana semua pihak bekerja sama memastikan energi tersedia dan masyarakat dapat terlayani dengan sangat baik,” kata Roberth dalam siaran pers, dikutip Sabtu (27/9). 

Roberth menjelaskan mekanisme penyediaan pasokan kepada Vivo menggunakan prosedur sesuai dengan aturan yang berlaku. Dia berharap kesepakatan ini tetap mengacu aturan dan kepatuhan yang berlaku di BUMN.

“Proses berikutnya akan dilanjutkan dengan uji kualitas dan kuantitas produk BBM menggunakan surveyor yang sudah disepakati bersama,” ujarnya. 

Sementara itu, empat badan usaha swasta lainnya masih berkoordinasi dengan kantor pusat masing-masing. 

Pengadaan impor yang dilakukan lewat Pertamina dengan cara mendatangkan pasokan berupa kargo base fuel, yang sudah tiba di Jakarta pada Rabu (24/9). Pertamina akan mendatangkan base fuel untuk SPBU swasta lebih cepat dari perkiraan waktu impor tujuh sampai 10 hari sejak kesepakatan pada Jumat (19/9).  

“Kargo (BBM) memang terjadwal untuk pasokan Pertamina (ke SPBU swasta),” kata Roberth kepada Katadata.co.id, dikutip Jumat (26/9).

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Mela Syaharani

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...