Stok BBM RI Sisa 16 Hari, Pertalite Subsidi Masih Impor dari Singapura

Nur Hana Putri Nabila
19 Oktober 2026, 17:32
BBM, Pertalite, impor, Bahlil
ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/kye
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan Indonesia masih mengimpor sebagian kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis Pertalite (RON 90) dari Singapura.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan Indonesia masih mengimpor sebagian kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis Pertalite (RON 90) dari Singapura.   

Bahlil mengakui ketergantungan impor ini terjadi di tengah konsumsi minyak nasional mencapai 1,6 juta barel per hari. Sedangkan produksi siap jual (lifting) minyak domestik hanya sekitar 600 ribu barel per hari. Tak hanya itu, ia mengatakan Indonesia pun masih mengimpor sekitar 1 juta barel per hari. 

“Dan di beberapa produk-produk RON 90 Pertalite yang disubsidi itu sebagian kita impor masih di Singapura,” kata Bahlil dalam Bali Tech Week 2026 di Sanur, Bali, Senin (19/10). 

Sebelumnya, Bahlil menyatakan saat ini stok bahan bakar minyak (BBM) subsidi Pertalite mencapai 16 hari. Jumlah tersebut turun dari angka standar 20 hari.  

“Tadi saya mendapat laporan dari Pertamina, secara nasional stok BBM kita itu berada di angka 16-18 hari,” kata Bahlil dalam konferensi pers di kantornya, Jumat (16/10). 

Menurutnya, penurunan stok Pertalite ini disebabkan oleh proses pencampuran BBM yang masih dilakukan di kilang dan terjadinya perpindahan pola konsumsi. Masyarakat yang sebelumnya menggunakan BBM non-subsidi kini beralih menjadi subsidi.

Ketua Umum Partai Golkar ini mengatakan perpindahan ini dilakukan masyarakat karena perbedaan harga antara BBM subsidi dan non-subsidi yang lumayan besar.

“Untuk mengembalikan stok ke 20 hari, kami butuh waktu seminggu. Tapi stok 16-18 hari ini bukan berarti kita kekurangan, masih tergolong oke,” ujarnya.

Bahlil menyebut stok yang berkurang ini hanya terjadi di Pertalite, untuk jenis BBM non-subsidi lainnya tidak ada masalah.

Antrean BBM di Sejumlah Daerah

Antrean pengisian bahan bakar minyak (BBM) terpantau mengular di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Bali sejak Senin (12/10) selama seminggu. Dari informasi yang beredar, sejumlah warga antre berjam-jam bahkan ada yang menginap di SPBU hanya untuk mendapatkan BBM. Tak hanya Pertalite, Pertamax hingga Pertamax Turbo pun habis.

Selain itu, antrean juga terjadi di banyak daerah di Sumatera seperti Medan, Padang, Bengkulu, Riau, hingga Lampung. Situasi serupa juga terjadi di Kalimantan, antara lain di Pontianak, Banjarmasin, Ketapang, Senggau, hingga Sintang.

Adapun kelangkaan BBM di Sulawesi juga terjadi di Gorontalo, Mamuju, Makassar, serta Manado. Guna mengatasi hal itu, PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi menyiapkan tambahan pasokan 5 juta liter Pertalite untuk memperkuat ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) di Kota Manado dan wilayah sekitarnya. Pasokan tersebut diangkut menggunakan kapal tanker MT Maritim Khatulistiwa menuju Integrated Terminal (IT) Bitung, Sulawesi Utara. 

Pertamina mempercepat penguatan pasokan tersebut menyusul antrean pengisian Pertalite di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Manado dan sekitarnya. Area Manager Communication, Relation, and CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Lilik Hardiyanto, mengatakan perusahaan terus mengupayakan percepatan pasokan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. 

“Kami terus mengupayakan percepatan penguatan pasokan, mulai dari pemantauan perjalanan kapal, kesiapan penerimaan di terminal, hingga penyaluran ke SPBU agar pasokan tambahan dapat segera didistribusikan setelah tiba,” kata Lilik dalam keterangan tertulis, Jumat (16/10).

add katadata as preferred source
Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Nur Hana Putri Nabila

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...