Kelebihan Pasokan Ayam Hidup, Japfa Tambah Fasilitas Rumah Potong

Image title
3 April 2019, 11:13
Peternakan Ayam
ANTARA FOTO/Idhad Zakaria
Kinerja perusahaan pakan ternak kuartal I 2018 berpotensi membaik seiring turunnya harga jual bahan baku jagung

PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA)  menyatakan telah menyediakan lima belas rumah potong ayam yang tersebar di beberapa wilayah Indonesia akan beroperasi hingga 24 jam. Fasilitas rumah potong ini diperlukan untuk mengantisipasi semakin menurunnya harga ayam potong hidup (live birds) akibat berlebihnya jumlah pasokan (over supply). 

SVP Financial Controler Erwin Djohan berharap penambahan rumah potong ayam bisa membantu mengurangi tekanan pasar, terutama ketika terjadi satu turbulansi harga dan over supply di satu daerah. "Sekaligus membantu peternak supaya harganya tidak terlalu jatuh lagi," kata Erwin di Jakarta, Selasa (2/4).

(Baca: Merugi Rp 2 Triliun, Peternak Unggas Tuntut Perlindungan Usaha)

Sementara itu, VP Director Japfa Comfeed Bambang Budi Hendarto menjelaskan penurunan harga ayam potong hidup saat ini terjadi karena adanya kelebihan pasokan, terutama di Jawa Tengah. Kondisi itu akhirnya berimbas pada wilayah sekitarnya, seperti Jawa Barat dan Jawa Timur. Karena pasokan yang berlebih di Jawa Tengah itu hanya bisa didistribusikan ke wilayah-wilayah tersebut.

Meningkatnya pasokan ayam hidup di Jawa Tengah, akibat banyak peternakan besar dan modern yang tidak memiliki rumah ayam potong sendiri. Padahal, dalam Peraturan Menteri Pertanian Nomor 32 menyebutkan setiap peternakan dengan skala pemeliharaan 300 ribu ekor, seharusnya sudah punya rumah potong sendiri.

(Baca: Kementan Sebut Harga Ayam Turun karena Kurangnya Permintaan)

Kurang disiplinnya penerapan kebijakantersebut, kemudian berdampak pada membanjirnya pasokan ayam hidup di pasar. Di  peternak besar dan modern sendiri saat ini, diperkirakan masih menampung sampai jutaan ekor ayam. 

Dia menyebutkan harga ayam hidup di Jawa Tengah bisa hanya mencapai Rp 11 ribu per kilogram (kg), sedangkan di luar Jawa Tengah  rentang harganya sedikit membaik di kisaran Rp 15 ribu hingga Rp 16 ribu per kg.

Namun jika dibandingkan dengan di luar Jawa yang harganya berkisar di Rp 16 ribu hingga Rp 20 ribu per kg, harga ayam di Jawa Tengah memang yang terendah. "Harga di Jawa Tengah yang paling hancur," kata Bambang.

(Baca: Kementan Minta Pelaku Usaha Dongkrak Harga Ayam Hidup)

Karenanya, tidak hanya mengoperasikan rumah potong ayam,  Japfa juga mengantisipasi turunnya harga dengan mengurangi suplai. Caranya dengan mebagikan telur yang belum ditetaskan sebanyak 10% dari persediaan yang ada. "Sekarang memang oversupply live birds, tapi sudah ada aturan minggu ini unfertilized eggs 10% dibuang. Sehingga oversupply teratasi dan harga bisa kembali baik," kata Bambang.

Erwin menambahkan, penurunan harga ayam karena suplai yang berlebihan ini bisa ditutupi menjelang Idul Fitri tahun ini. Karena, pada waktu-waktu seperti lebaran, permintaan ayam akan meningkat. "Memang tidak hanya di ayam saja, barang-barang lain untuk kebutuhan primer itu juga mengalami sedikit peningkatan," katanya.




Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Editor: Ekarina

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...