Kemenperin Siapkan Dua Pabrik Kembangkan Prototipe Green Diesel

Dimas Jarot Bayu
24 Juli 2018, 17:47
Microsite Biodiesel
Arief Kamaludin | Katadata
Biodiesel murni dan campuran solar dengan kadar 10%, 20% hingga 100%.

Kementerian Perindustrian  (Kemenperin)  mendorong pengembangan green diesel atau bahan bakar dengan campuran minyak nabati 100% (B100) di Indonesia. Saat ini terdapat dua pabrik prototipe yang disiapkan mengembangkan green diesel.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan dua pabrik tersebut berlokasi di Surabaya, Jawa Timur, dan di Kabupaten Pelalawan, Riau. Kedua pabrik itu sudah memiliki teknologi hidrogenasi untuk menciptakan green diesel.

Dia berharap, kedua pabrik tersebut akan mampu mendorong pengembangan green diesel sehingga dapat direplikasi secara massal. "Penghematan (lebih besar) bisa dilakukan kalau bisa mengalihkan petrodiesel menjadi green diesel," kata Airlangga di kantornya, Jakarta, Selasa (24/7).

(Baca juga: Luhut Targetkan Seluruh Kendaraan Pakai Biodiesel 20% Tahun ini)

Airlangga menjelaskan proses pengembangan green diesel diperkirakan membutuhkan waktu tiga sampai empat tahun mendatang agar spesifikasinya bisa serupa petrodiesel yang sekarang kerap digunakan untuk kendaraan.

Pemerintah mendorong pengembangan green diesel lantaran dapat memangkas emisi yang dihasilkan petrodiesel hingga 90%. Dengan begitu, penggunaan green diesel bakal mampu memenuhi standar emisi Euro 4.

"Kemandirian kita di bidang energi hijau akan semakin meningkat," kata Airlangga. 

Halaman:
Editor: Yuliawati

Cek juga data ini

Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...