Pulih Usai Dihantam Pandemi, Industri Manufaktur Indonesia Tumbuh 3,6%

Andi M. Arief
8 Februari 2022, 09:10
manufaktur, industri, pandemi
Donang Wahyu|KATADATA
Ilustrasi pabrik kendaraan di Karawang, Jawa Barat.

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mengatakan kondisi industri pengolahan nonmigas telah kembali ke posisi sebelum pandemi. Pasalnya, pertumbuhan sektor manufaktur pada 2021 mencapai 3,67%. 

Adapun, pandemi Covid-19 sempat membuat sektor ini sempat terkontraksi sekitar 2,52%. Kemenperin juga mengatakan pertumbuhan pada 2021 datang dari beberapa kebijakan yang bertujuan mendongkrak produktivitas dan kondusifitas iklim usaha. 

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatatkan pertumbuhan sektor manufaktur yang paling tinggi adalah industri alat angkutan yang naik 17,82%. Realisasi itu diikuti industri logam dasar naik 11,5% dan industri mesin dan perlengkapan sebanyak 11,43%. 

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan salah satu penyebab pertumbuhan itu adalah kebijakan Kemenperin. Sebagian kebijakan yang dimaksud adalah  Izin Operasional dan Mobilitas Kegiatan Industri (IOMKI), kebijakan substitusi impor 35% hingga tahun 2022, dan program Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN).

“Sejalan dengan upaya mempercepat pemulihan ekonomi nasional, diperlukan kebijakan untuk memberikan kepastian berusaha, kepastian hukum, dan penciptakan iklim usaha yang memberi rasa aman dan kondusif untuk melakukan kegiatan usaha, khususnya di sektor industri,” kata Agus dalam keterangan resmi, Senin (7/2). 

Selain itu insentif penurunan tarif Pajak Penjualan atas Barang Mewah Ditanggung Pemerintah (PPnBM DTP) sangat membantu dari sisi permintaan konsumen. Seperti diketahui, pemerintah menurunkan PPnBM dalam pembelian mobil pada 2021 menjadi 0%. 

Dari sisi pasokan bahan baku, pemerintah telah menerbitkan Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Bidang Perindustrian. Aturan ini membuat pelaku industri mendapatkan jaminan terkait pasokan bahan baku, baik dari dalam maupun luar negeri. 

“Strategi pemenuhan bahan baku bagi industri juga harus menjadi perhatian di masa lonjakan kasus Covid-19 yang sedang terjadi agar industri tetap berproduksi memenuhi permintaan ekspor dan dalam negeri,” ujar Menperin.

BPS mencatat industri pengolahan masih menjadi sumber pertumbuhan tertinggi bagi ekonomi pada tahun lalu. Salah satu penopang utama adalah produksi mobil yang tumbuh hingga 62,56%, kemudian produksi motor tumbuh sebesar 34,41%, dan produksi semen tumbuh 7,04%.

Agus menilai sektor industri manufaktur masih menjadi tulang punggung bagi perekonomian nasional. Hal ini salah satunya tercermin dari perannya dalam memberikan kontribusi paling besar pada struktur produk domestik bruto (PDB) nasional.

 “Kami sangat mengapresiasi pelaku industri manufaktur yang konsisten menjadi kontributor terbesar di antara sektor ekonomi lainnya,” kata Agus. Pada triwulan IV-2021, sumbangsih sektor industri terhadap PDB nasional mencapai 18,80% dan tumbuh 4,92% (y-o-y).

Selain itu sektor industri manufaktur terus memberikan kontribusi paling besar terhadap capaian nilai ekspor nasional. Nilai ekspor industri manufaktur pada tahun 2021 sebesar USD177,10 miliar atau menyumbang hingga 76,49 persen dari total ekspor nasional.

Capaian tersebut melampaui nilai ekspor manufaktur sepanjang tahun 2020 sebesar US$ 131 miliar, bahkan lebih tinggi dari capaian 2019 yang berada di angka US$ 127,3 miliar. Sementara itu, realisasi investasi di sektor manufaktur pada tahun 2021 tercatat sebesar Rp 325,4 triliun atau naik 19,24% dari nilai investasi tahun 2020.

Pada aspek ketenagakerjaan, sektor industri manufaktur menunjukkan pemulihan dari segi penyerapan tenaga kerja. Agus mengatakan tahun lalu sektor ini bisa menyerap 1,2 juta pekerja. “Sehingga jumlah total tenaga kerja di sektor ini kembali meningkat ke angka 18,64 juta orang,” katanya.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Andi M. Arief

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...