ASDP Tambah Kapasitas Dermaga Pelabuhan Merak Jadi 55 Ribu Kendaraan

Andi M. Arief
29 Juni 2022, 14:08
Kendaraan pemudik terjebak kemacetan di pintu keluar Pelabuhan Merak, Kota Cilegon, Banten, Sabtu (7/5/2022). Kepadatan kendaraan pemudik arus balik dari pulau Sumatera yang terjadi di fly over pintu keluar Pelabuhan Merak tersebut menyebabkan antrean ken
ANTARA FOTO/Muhammad Bagus Khoirunas/tom.
Kendaraan pemudik terjebak kemacetan di pintu keluar Pelabuhan Merak, Kota Cilegon, Banten, Sabtu (7/5/2022). Kepadatan kendaraan pemudik arus balik dari pulau Sumatera yang terjadi di fly over pintu keluar Pelabuhan Merak tersebut menyebabkan antrean kendaraan sekitar 2 kilometer.

PT ASDP Indonesia Ferry akan menambah tiga dermaga Pelabuhan Merak secara bertahap. Pembangunan dermaga baru tersebut bisa meningkatkan kapasitas daya tampung dari 36.000 menjadi 55.ooo kendaraan. 

Direktur Perencanaan dan Pengembangan ASDP, Harry Mac, mengatakan akan ada beberapa penyesuaian dan pembangunan infrastruktur di Pelabuhan Merak. Langkah ini termasuk dalam rencana jangka menengah dan panjang dalam menghadapi Mudik Lebaran 2023. 

"Untuk jangka menengah dan panjang, kami mendesain bahwa dermaga (di Pelabuhan Merak) sekiranya dibutuhkan penambahan. Jadi, ada tiga lagi (dermaga yang dibutuhkan), sehingga dari kapasitasnya kalau sekarang 36.000 kendaraan meningkat menjadi 55.000 kendaraan," kata Harry dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi V DPR, Rabu (29/6).

Harry mencatat, total kendaraan yang menggunakan layanan ASDP pada puncak arus mudik mencapai 81.000 kendaraan. Sementara itu, total kendaraan yang dilayani pada puncak arus balik lebih dari 85.000 kendaraan. 

 Khusus di Pelabuhan Merak, jumlah kendaraan yang melintas ke Pulau Sumatra pada puncak arus mudik mencapai 37.692 kendaraan atau lebih dari kapasitas eksisting. Sementara itu, total kendaraan pada puncak arus balik mencapai 38.945 kendaraan. 

Oleh karena itu, Harry akan memperluas area parkir di Pelabuhan Merak melalui pemindahan lokasi konstruksi stasiun kereta api Merak. Harry menyarankan agar lokasi stasiun tersebut berada di luar kawasan Pelabuhan Merak dan sejajar dengan Terminal Terpadu dan Terminal Eksekutif Merak. 

"(Selain itu) kami merencanakan merelokasi kantor ASDP cabang Merak untuk memperluas area parkir," kata Harry. 

Untuk jangka pendek, Harry mengatakan, ASDP akan membangun rest area di Jalan Tol Tanggerang-Merak Kilometer (Km) 97. Rest area tersebut akan ditujukan sebagai zona penyangga dan penyaring bagi kendaraan yang menuju Pelabuhan Merak. 

Harry menyebutkan, langkah ini penting untuk menjaga lalu lintas di dalam Pelabuhan Merak. Pasalnya, sebagian kendaraan yang tidak memiliki tiket atau tidak sesuai jadwal kerap masuk ke wilayah Pelabuhan dan mengacaukan lalu lintas pelabuhan. 

Selain itu, Harry juga akan melakukan pelebaran jalan sepanjang 15 meter dari Gerbang Tol Merak ke arah Pelabuhan Merak. 

 Sebelumnya, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Basuki Hadimuljono, mengatakan bahwa Pemerintah Provinsi Banten telah menyiapkan lahan seluas 5 hektar untuk dijadikan rest area di dekat Pelabuhan Merak. Tujuan utama rest area di atas lahan tersebut adalah sebagai ruang tunggu penumpang yang ingin menyeberang ke Pulau Sumatra saat Mudik Lebaran. 

Basuki mengatakan, Kementerian PUPR juga akan memperlebar lahan parkir di rest area eksisting. Pelebaran parkir rest area tersebut tidak hanya di sekitar Pelabuhan Merak, namun juga simpul  kemacetan mudik di jalan tol lainnya.

Sementara itu, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan bahwa rest area tambahan di jalan tol Tangerang-Merak akan dioperasikan saat musim mudik. "Belum (akan) dioperasikan setiap hari, tapi hanya saat mudik. Land bank itu akan bermanfaat bagi pengelola jalan tol. Dalam hal pengelola jalan tol (milik negara) tidak bersedia, kami buka (pengelolaanya) untuk swasta," kata Budi.

Budi mengusulkan agar rest area tersebut didirikan pada Kilometer (KM) 88 di Tol Tanggerang-Merak menuju Pelabuhan Merak. Selain itu, Budi menyarankan agar dilakukan pelebaran jalan sekitar 1,5 meter pada jalan setelah Tol Tanggerang-Merak 

 Menurut laporan Kementerian Perhubungan (Kemenhub), jumlah pelabuhan di Indonesia sebanyak 2.439 pelabuhan pada 2020. Angka tersebut meningkat 38,6% dibandingkan tahun sebelumnya yang berjumlah 1.760 pelabuhan.

Reporter: Andi M. Arief

Cek juga data ini

Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...