Suku Bunga BI Naik, Cicilan KPR dan Kredit Kendaraan Bakal Melejit

Andi M. Arief
23 September 2022, 18:17
Pengunjung melakukan "Test Drive" mobil listrik MG yang ada pada ajang pameran otomotif Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2022 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Serpong, Tangerang, Banten, Rabu (17/8/2022).
ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal/hp.
Pengunjung melakukan "Test Drive" mobil listrik MG yang ada pada ajang pameran otomotif Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2022 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Serpong, Tangerang, Banten, Rabu (17/8/2022).

Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia memutuskan untuk menaikkan suku bunga acuan sebesar 50 basis poin menjadi 4,25%. Kebijakan ini mendorong perbankan dan lembaga finansial untuk menaikkan besaran bunga kreditnya, termasuk kredit perumahan rakyat dan kredit kendaraan bermotor.

Ketua I Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia,  Jongkie Sugiarto, berharap sektor perbankan tidak langsung bereaksi terhadap kenaikan suku bunga acuan yang dilakukan Bank Indonesia menjadi 4,25%.

Advertisement

Kenaikan suku bunga acuan akan berdampak terhadap performa penjualan kendaraan bermotor di dalam negeri. Pasalnya, 60% - 70% penjualan kendaraan bermotor secara tahun berjalan menggunakan fasilitas kredit perbankan ataupun leasing dari sektor multifinance.

"Mudah-mudahan pihak perbankan maupun leasing jangan terburu-buru menaikkan suku bunga pinjamannya. Itu harapan Gaikindo," kata Jongkie kepada Katadata.co.id, Jumat (23/9).

Berdasarkan catatan Otoritas Jasa Keuangan atau OJK, nilai Kredit Kendaraan Bermotor atau KKB naik 4,78% secara tahunan pada Mei 2022 menjadi Rp 104,86 triliun dari periode yang sama tahun lalu senilai Rp 100,08 triliun. Selain itu, presentasi kredit macet turun dari Mei 2021 sebesar 2,75% menjadi 1,94% pada Mei 2022.

Tenor kredit diperpanjang

Marketing Director PT Toyota Astra Motor (TAM), Anton Jimmi Suwandy berharap sektor perbankan tetap mempertimbangkan kondisi permintaan pasar otomotif dalam merespon kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia. Anton menilai performa industri otomotif akan bergantung pada strategi yang akan diterapkan pihak perbankan dan multifinance dalam merespon kenaikan suku bunga acuan tersebut.

Anton mencontohkan ada beberapa pembeli mobil yang mulai menggunakan KKB saat membayar uang muka. Dengan demikian, pihak perbankan maupun multifinance dapat meninjau kembali paket kredit yang diberikan kepada nasabah.

Anton menyarankan pilihan pihak perbankan maupun multifinance dapat memperpanjang waktu pembayaran kredit atau tenor yang diberikan kepada nasabah. Pasalnya, kenaikan bunga cicilan akan berdampak pada penjualan mobil Toyota. "Jadi, bagaimana perbankan bisa menyesuaikan dengan kebutuhan konsumen," kata Anton kepada Katadata.co.id.

Sementara itu, Sales Marketing Director Pt Honda Prospect Motor Yusak Billy mengatakan Honda masih memonitor dampak dari kenaikan suku bunga acuan. Billy mengatakan akan menyesuaikan strategi penjualan setelah melihat reaksi perbankan dan multifinance dalam waktu dekat.

Namun demikian, Billy masih optimistis target penjualan pada tahun ini masih dapat tercapai, yakni menyentuh pangsa pasar sebesar 14% - 15%. Billy menjelaskan optimisme tersebut datang dari stabilnya penjualan mobil Honda pasca kenaikan harga bahan bakar minyak atau BBM pada awal September 2022.

Hingga Agustus 2022, pangsa pasar Honda tercatat naik tipis menjadi 12,7% dari capaian Januari-Agustus 2021 sebesar 11,93%. Dengan demikian, penjualan mobil Honda tercatat mencapai 83.611 unit.

Dengan kata lain, penjualan Honda selama delapan bulan pertama 2022 naik 28,93% dari capaian Januari-Agustus 2021 sebanyak 64.848 unit. Penjualan Honda terbanyak terjadi pada Maret 2022 atau sebanyak 12.975 unit.

"Penetrasi pasar harus terus dijaga, bukan jumlah penjualan saja. Pasalnya, pergerakan faktor eksternal bisa mempengaruhi pasar otomotif secara umum," kata Billy kepada Katadata.

Pasar properti terpukul

Sementara itu, PT Pikko Land Development Tbk mencatat sebanyak 80% penjualan apartemen perseroan saat ini menggunakan kredit pemilikan apartemen atau KPA. Angka tersebut naik dari performa emiten properti berkode RODA ini pada masa pra-pandemi atau pada 2015 sebanyak 20% dari total penjualan.

Halaman:
Reporter: Andi M. Arief
Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...
Advertisement