Gapki Ramal Harga CPO Naik pada 2024 Imbas Minimnya Stok Dalam Negeri

Andi M. Arief
2 November 2023, 10:12
harga cpo, minyak kelapa sawit, gapki
ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas/nym.
Pekerja mengangkut kelapa sawit hasil panen di Desa Pucok Lueng, Samatiga, Aceh Barat, Aceh, Sabtu (4/2/2023).

Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit atau Gapki meramalkan harga CPO atau minyak sawit mentah naik pada 2024. Hal tersebut utamanya disebabkan oleh minimnya stok CPO di dalam negeri.

Ketua Umum Gapki Edi Martono menyampaikan dua penyebab menipisnya stok CPO di dalam negeri pada tahun depan. Pertama, berkurangnya produksi CPO pada tahun depan akibat El Nino yang terjadi tahun ini.

"Dalam hal harga, harga CPO pada tahun ini tidak sebagus tahun lalu. Walau demikian, kami memproyeksikan sentimen pasar pada harga CPO akan naik pada 2024," kata Edi dalam Indonesian Palm Oil Conference 2023, Kamis (2/11).

Kedua, penanaman kembali atau replanting yang lambat. Edi mengatakan program replanting yang dilakukan oleh perkebunan rakyat tahun ini cukup lambat. Pada saat yang sama, Edi memproyeksikan konsumsi CPO di dalam negeri akan terus tumbuh pada tahun depan, baik oleh industri energi maupun industri makanan dan minuman.

Edi mencontohkan salah satu peningkatan konsumsi CPO lokal disebabkan oleh program mandatori B35. "Oleh karena itu, stok minyak sawit di Indonesia pasti akan rendah," ujarnya.

Menurut data Gapki, produksi CPO di dalam negeri telah mencapai 36,3 juta ton pada Januari-Agustus 2023. Dari seluruh produksi tersebut, sebanyak 23,4 juta ton masuk ke pasar ekspor dengan nilai US$ 20,6 miliar.

Edi menilai mayoritas pabrikan CPO optimistis menghadapi 2024. Menurutnya, hal tersebut disebabkan oleh kebijakan pemerintah yang akan lebih sesuai yang membuat industri CPO dapat tumbuh stabil tahun depan.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan Budi Santoso mengumumkan harga referensi CPO untuk pasar ekspor telah mendekati ambang batas bawah senilai US$ 680 per ton bulan lalu.

Secara rinci, harga referensi CPO ekspor pada 16-31 Oktober 2023 adalah US$ 740,67 per ton atau turun 10,48% dari periode sebelumnya senilai US$ 827,37 per ton. Budi mengatakan, penurunan harga CPO ini dipengaruhi oleh beberapa faktor.

Faktor tersebut yaitu pelemahan permintaan dari negara konsumen seperti Cina dan India, proyeksi peningkatan persediaan minyak kelapa sawit di Malaysia dengan jumlah tertinggi sejak Oktober 2022, pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat, serta penurunan harga minyak nabati lainnya.

Reporter: Andi M. Arief

Cek juga data ini

Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...