Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) buka suara terkait rencana Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman untuk menyelidiki ratusan perusahaan sawit.
Ketua Umum GAPKI Eddy Martono mengatakan kebijakan tersebut berpotensi mengganggu arus kas perusahaan eksportir sawit, terutama pelaku usaha dengan skala kecil dan menengah.
IEU-CEPA dapat mendorong ekspor produk turunan sawit Indonesia ke Eropa, meskipun adanya tantangan dari aturan EUDR yang mengharuskan produk bebas dari deforestasi.
Gapki mengkritik kebijakan pemerintah yang menaikkan pungutan ekspor sawit dari 7,5% menjadi 10%, berpendapat bahwa ini dapat merugikan daya saing global sawit Indonesia.
Menteri Pertanian Amran Sulaiman belum membahas kesiapan produksi CPO untuk mendukung program wajib biodiesel B50 tahun depan yang akan meningkatkan campuran minyak nabati dalam solar menjadi 50%.
Program biodiesel B50 yang meningkatkan campuran minyak nabati dan solar berpotensi mendorong inflasi dengan meningkatkan harga minyak goreng domestik, menurut Ketua Umum Gapki Eddy Martono.
Pelaku industri sawit menilai rencana pemerintah Prabowo Subianto untuk bergabung dalam aliansi BRICS tak akan mempengaruhi pasar minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO).
Pelaku industri kelapa sawit optimistis dapat tumbuh di tengah tantangan ketidakpastian ekonomi global yang terjadi. Bagaimana penjelasan Ketua Umum GAPKI Eddy Martono?