Trump Klaim Israel Setujui Gencatan Senjata 60 Hari di Gaza

Hari Widowati
2 Juli 2025, 10:06
Trump, Donald Trump, gencatan senjata, Gaza
REUTERS/Brian Snyder
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan Israel telah menyetujui persyaratan gencatan senjata selama 60 hari di Gaza.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan Israel telah menyetujui persyaratan gencatan senjata selama 60 hari di Gaza, Palestina. Ia memperingatkan Hamas untuk menerima kesepakatan gencatan senjata itu sebelum kondisinya memburuk.

Trump mengumumkan perkembangan tersebut saat ia bersiap untuk menjamu Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu untuk pembicaraan di Gedung Putih, pada Senin (7/7) mendatang. Pemimpin AS itu meningkatkan tekanan pada pemerintah Israel dan Hamas untuk melakukan gencatan senjata dan perjanjian sandera, serta mengakhiri perang di Gaza, Palestina.

“Perwakilan saya mengadakan pertemuan panjang dan produktif dengan pihak Israel hari ini mengenai Gaza. Israel telah menyetujui persyaratan yang diperlukan untuk menyelesaikan gencatan senjata 60 hari, di mana selama waktu itu kami akan bekerja dengan semua pihak untuk mengakhiri perang,” tulis Trump, seperti dikutip CNBC.

Ia mengatakan Qatar dan Mesir akan menyampaikan proposal akhir mereka mengenai gencatan senjata Israel dan Palestina.

“Saya berharap, demi kebaikan Timur Tengah, Hamas menerima kesepakatan ini,” katanya.

Janji Trump bahwa gencatan senjata ini adalah tawaran terbaik dan terakhirnya mungkin akan disambut dengan skeptis oleh Hamas. Bahkan, sebelum berakhirnya gencatan senjata terlama dalam perang pada Maret lalu, Trump telah berulang kali mengeluarkan ultimatum dramatis untuk menekan Hamas agar menyetujui jeda yang lebih lama dalam pertempuran. Hal itu akan memungkinkan pembebasan lebih banyak sandera dan kembalinya lebih banyak bantuan kepada penduduk sipil Gaza.

Menteri Urusan Strategis Israel Ron Dermer berada di Washington pada hari Selasa (1/7) untuk melakukan pembicaraan dengan pejabat senior AS tentang potensi gencatan senjata di Gaza, Iran, dan masalah lainnya. Dermer diperkirakan akan bertemu dengan Wakil Presiden JD Vance, Menteri Luar Negeri Marco Rubio, dan utusan khusus Steve Witkoff.

Pada Selasa (1/7), Trump mengulangi harapannya untuk menjalin kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan Hamas pada minggu depan.

Ketika ditanya apakah sudah waktunya untuk menekan Netanyahu agar menyelesaikan kesepakatan gencatan senjata, Trump mengatakan perdana menteri Israel itu siap untuk mencapai kesepakatan.

“Dia (Netanyahu) menginginkannya,” kata Trump dalam percakapan dengan wartawan saat mengunjungi fasilitas penahanan imigrasi baru di Florida. “Saya pikir kita akan mencapai kesepakatan minggu depan.”

Perundingan antara Israel dan Hamas berulang kali terhenti. Sekitar 50 sandera masih ditawan di Gaza, dengan kurang dari setengahnya diyakini masih hidup.

Protes Keras dari Badan Amal Internasional

Perkembangan ini terjadi ketika lebih dari 150 badan amal internasional dan kelompok kemanusiaan menyerukan untuk membubarkan sistem kontroversial yang didukung Israel dan AS untuk mendistribusikan bantuan di Gaza. Kekacauan dan kekerasan mematikan terhadap warga Palestina yang mencari makanan di lokasi tersebut menjadi sorotan utama mereka.

Kelompok-kelompok termasuk Oxfam, Save the Children, dan Amnesty International membuat pernyataan bersama menyusul pembunuhan sedikitnya 10 warga Palestina yang sedang mencari makanan yang sangat dibutuhkan. Sementara itu, Rumah Sakit Nasset menyebut serangan udara Israel menewaskan sedikitnya 37 orang di Khan Younis, Gaza selatan.

“Tenda, tenda yang mereka hantam dengan dua rudal?” tanya Um Seif Abu Leda, yang putranya terbunuh dalam serangan itu. Para pelayat melemparkan bunga ke kantong-kantong jenazah.

Sebelum pengumuman Trump, Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, telah memperingatkan bahwa negaranya akan menanggapi dengan keras penembakan rudal yang menurut militer berasal dari Yaman. Sirene berbunyi di berbagai wilayah Israel, memperingatkan warga akan serangan itu dan peluncuran dua proyektil dari Gaza. Semuanya berhasil dicegat oleh sistem pertahanan Israel.

Peluncuran rudal itu menandai serangan pertama oleh pemberontak Houthi yang didukung Iran sejak berakhirnya perang 12 hari yang diprakarsai oleh Israel dengan Iran. Katz mengatakan Yaman bisa menghadapi nasib yang sama seperti Teheran.

Nasruddin Amer, wakil kepala kantor media Houthi, bersumpah di media sosial bahwa Yaman tidak akan "menghentikan dukungannya untuk Gaza... kecuali agresi berhenti dan pengepungan di Gaza dicabut."

Netanyahu tidak menjelaskan rencana kunjungannya ke Washington minggu depan kepada kabinetnya. Ia hanya mengatakan akan membahas kesepakatan perdagangan. Iran juga diperkirakan akan menjadi topik utama diskusi di Washington setelah Trump menengahi gencatan senjata antara negara itu dan Israel.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Muhamad Fajar Riyandanu

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...