AS dan Iran Raih Kesepakatan Sementara, Buka Selat Hormuz dan Negosiasi Nuklir

Hari Widowati
29 Mei 2026, 06:51
AS, Iran, perang Iran vs AS-Israel
Katadata/Hari Widowati/Chatgpt
Wakil Presiden Amerika Serikat (AS) JD Vance menyatakan AS dan Iran mencapai kesepakatan sementara untuk membuka Selat Hormuz dan memulai negosiasi nuklir.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Wakil Presiden Amerika Serikat (AS) JD Vance menyatakan AS dan Iran mencapai kesepakatan sementara untuk membuka Selat Hormuz dan memulai negosiasi nuklir meskipun Presiden Donald Trump belum menyetujuinya. Pejabat Iran belum berkomentar tentang kesepakatan potensial tersebut.

Vance mengatakan beberapa poin masih dalam pembahasan tetapi kedua pihak membuat kemajuan dalam pembicaraan perdamaian. Sumber CNN mengatakan kesepakatan itu akan memulai 60 hari negosiasi mengenai program nuklir Teheran.

“Saya rasa sulit untuk mengatakan secara pasti kapan atau apakah presiden akan menandatangani memorandum of understanding (MOU) tersebut. Kami masih berdiskusi bolak-balik mengenai beberapa poin,” kata Vance kepada wartawan di landasan pacu Pangkalan Gabungan Andrews pada hari Kamis (28/5), seperti dikutip CNN.

Meskipun menekankan kemajuan yang telah dicapai, Vance mengatakan ada beberapa poin penting mengenai program nuklir Iran dan uranium yang diperkaya yang masih belum pasti.

“Ada beberapa masalah terkait nuklir, persediaan uranium yang sangat diperkaya, dan pertanyaan tentang pengayaan. Jadi kami masih berdiskusi bolak-balik dengan mereka. Kami pikir mereka bernegosiasi, setidaknya sejauh ini, dengan itikad baik,” kata Vance.

“Semoga, kami akan terus membuat kemajuan, presiden akan berada dalam posisi di mana dia dapat mendukung perjanjian tersebut, tetapi jelas itu masih belum pasti.”

Serangan Rudal Iran ke Pangkalan Udara AS di Kuwait

Di tengah perundingan itu, Komando Pusat AS melaporkan Iran menembakkan rudal balistik ke arah Kuwait pada Rabu (27/5) malam. Namun, rudal tersebut berhasil dicegat. Militer Iran sebelumnya mengatakan telah melancarkan serangan yang menargetkan pangkalan udara AS, Iran mengklaim pangkalan tersebut adalah sumber serangan AS baru-baru ini.

Meskipun terjadi pertukaran serangan baru-baru ini, Vance mengatakan gencatan senjata tetap berlaku. Namun, AS berhak untuk melancarkan serangan defensif.

“Gencatan senjata ini selalu sedikit kacau,” katanya menanggapi pertanyaan dari Alejandra Jaramillo dari CNN. Vance mengatakan kadang-kadang serangan-serangan tersebut membuat ketegangan di antara AS dan Iran kembali meningkat di tengah upaya perdamaian yang dilakukan.

add katadata as preferred source
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...