Fungsi Strategis Alat Pelindung Petugas Medis di Tengah Pandemi Corona

Martha Ruth Thertina
26 Maret 2020, 05:35
APD, APD adalah, Alat Pelindung Diri, Impor APD, Ekspor APD, corona, Virus Corona, Kebutuhan APD
ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/Pool/aww.
Petugas kesehatan memeriksa alat kesehatan di ruang IGD Rumah Sakit Darurat Penanganan COVID-19 Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Senin (23/3/2020).

Rumah sakit dan fasilitas kesehatan lainnya di berbagai daerah melaporkan kelangkaan Alat Pelindung Diri atau APD di tengah pandemi corona. Beberapa tenaga medis dilaporkan terpaksa menggunakan barang pengganti seperti jas hujan dan masker kain. Lantas, bagaimana ketentuan APD dan mengapa terjadi kelangkaan?

Dalam diskusi beberapa waktu lalu, Ketua Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Harif Fadillah menjelaskan APD diperlukan oleh rumah sakit rujukan maupun non-rujukan corona. Pasalnya, rumah sakit non-rujukan di berbagai daerah tidak jarang menerima pasien dengan gejala mirip corona. Tanpa APD yang cukup, "Ibarat kami perang tanpa pertahanan," ujar dia.

Sesuai Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 8 Tahun 2010, APD adalah alat untuk mengisolasi sebagian atau seluruh tubuh. Penggunaan APD merupakan prosedur utama dalam kegiatan pelayanan kesehatan. Tujuannya, mengantisipasi risiko keselamatan dan kesehatan kerja para petugas, khususnya yang berupa bahaya biologi.

Penyediaan APD merupakan kewajiban perusahaan pemilik fasilitas kesehatan. Namun masalahnya, pasokan APD tidak cukup. Harga APD di pasaran juga dilaporkan melonjak. Masalah ini bukan hanya terjadi di Indonesia, tapi juga di dunia. 

(Baca: Video: Hazmat Suit, Pelindung Utama Tenaga Medis Melawan Covid-19)

Mengutip pernyataan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang dirilis akhir Februari lalu, stok APD tidak cukup terutama untuk masker medis dan respirator. WHO juga sudah memperkirakan akan adanya kekurangan pasokan untuk jubah pelindung dan pelindung mata.

Ini terjadi karena meningkatnya permintaan. Di sisi lain kemampuan produsen untuk memperbesar produksi terbatas. “Meningkatnya permintaan global bukan hanya didorong oleh kasus Covid-19, tapi misinformasi, panic buying (pembelian berlebihan karena panik), dan penimbunan,” demikian tertulis.

Berdasarkan pemodelan WHO, setiap bulannya, penanganan virus corona di dunia akan memerlukan 89 juta masker medis, 76 juta sarung tangan, dan 1,6 juta pelindung mata. Untuk mengoptimalkan ketersediaan APD, WHO merekomendasikan tiga strategi kepada pihak-pihak yang terlibat dalam penanganan pandemi corona.

Pertama, meminimalkan penggunaan APD dengan berbagai prosedur. Prosedur yang dimaksud seperti penggunaan pembatas dari gelas atau plastik di area yang pertama kali didatangi pasien. Kemudian, melarang petugas medis memasuki ruang pasien bila tidak terlibat dalam pelayanan langsung.

Kedua, penggunaan APD sesuai risiko. Ketiga, mengkoordinasikan rantai pasok APD baik dalam lingkup nasional maupun internasional. Yang terakhir ini mencakup penghitungan perkiraan kebutuhan APD, pengawasan atas permintaan dan distribusi APD, serta penerapan manajemen permintaan APD yang tersentralisasi.

(Baca: Korporasi Besar Himpun Donasi Rp 500 Miliar untuk Atasi Pandemi Corona)

Di tengah masalah pasokan APD ini, beberapa perusahaan mode, tekstil, bahkan otomotif turun tangan membuat APD. Di Indonesia, perusahaan tekstil Sritex mulai memproduksi baju/jubah pelindung, selain masker non-medis yang bisa dicuci dan dipakai ulang untuk masyarakat.

Direktur Jenderal Industri Kimia, Farmasi dan Tekstil, Kementerian Perindustrian Muhammad Khayam mengatakan, saat ini ada sekitar 25 produsen masker dan 23 produsen APD di Indonesia. Sebelum masalah wabah corona membesar, produsen tersebut lebih banyak menggantungkan penjualannya pada pasar ekspor lantaran pasar dalam negeri sangat kecil.

Ketika corona merebak dan permintaan APD di Indonesia naik drastis, produsen tak siap memenuhinya. "Kami sedang membahas bagaimana pabrik tekstil ikut mengonversi kapasitasnya untuk memenuhi demand saat ini,” ujar dia, Selasa (24/3) lalu. Menurut dia, pemerintah tengah menghitung kebutuhan APD dan pemasok bahan bakunya.

(Baca: Pemerintah Batalkan Rencana Ekspor Ratusan Ribu APD ke Korsel)

Sembari menyiapkan hal ini, Khayam mengakui pemerintah telah membatalkan ekspor APD untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. Selain itu, impor juga jadi solusi. Dalam konferensi pers beberapa waktu lalu, Ketua Gugus Tugas Covid-19 Doni Monardo mengatakan, impor APD akan dilakukan dari Tiongkok, Jepang, dan Korea Selatan.

Selanjutnya: Rincian Kebutuhan APD Tiap Pekerja Medis 

Rincian Kebutuhan APD Tiap Pekerja Medis

Kebutuhan APD untuk pekerja di lingkungan kesehatan bisa tergambar dari rekomendasi WHO. WHO membuat rekomendasi penggunaan APD di fasilitas kesehatan, maupun di lokasi lainnya seiring masalah kekurangan APD yang melanda dunia.

APD yang dibutuhkan dari mulai masker medis hingga pelindung lengkap dari kepala hingga kaki. Kebutuhan terbesar APD untuk petugas medis dan petugas kebersihan yang melayani di ruang isolasi dan di ruang konsultasi yang menerima pasien sakit pernapasan. Tiap petugas ini setidaknya membutuhkan lima jenis APD.

Beberapa APD hanya bisa sekali pakai seperti masker, sarung tangan, dan baju pelindung. Namun, ada juga jubah pelindung yang bisa dipakai berulang, dengan spesifikasi tertentu.

OPERASIONAL GUDANG LOGISTIK PENANGANAN COVID-19
OPERASIONAL GUDANG LOGISTIK PENANGANAN COVID-19 (ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/aww.)

Berikut rekomendasi penggunaan APD dari WHO:

1. Kebutuhan APD pada fasilitas kesehatan yang merawat pasien corona

Di ruang pasien, tiap tenaga kesehatan membutuhkan lima jenis APD yaitu masker medis, jubah pelindung, sarung tangan, pelindung mata, dan apron. Masker medis berjenis respirator N95 atau FFP2 standard dibutuhkan untuk yang menangani prosedur yang melibatkan aerosol.

Petugas kebersihan juga membutuhkan lima jenis APD yaitu masker medis, jubah pelindung, sarung tangan untuk pekerjaan berat, proteksi mata (jika ada risiko cipratan dari material organik ataupun kimia), sepatu boots atau sepatu kerja yang tertutup.

Sedangkan tiap pengunjung membutuhkan tiga APD yaitu masker medis, jubah pelindung, dan sarung tangan.

Di laboratorium, tiap petugas yang menangani sample dari saluran pernapasan membutuhkan empat APD yaitu masker medis, jubah pelindung, sarung tangan, dan pelindung mata (jika ada risiko cipratan).

Pekerja yang berada di area administrasi, triase (tempat screening), dan ruang transit pasien (misalnya koridor), yang tidak kontak dengan pasien, dinilai tidak memerlukan APD, namun menerapkan jarak aman dengan pasien setidaknya 1 meter.

2. Kebutuhan APD pada fasilitas kesehatan yang tidak merawat pasien corona

Di ruang konsultasi, tiap tenaga medis membutuhkan empat jenis APD yaitu masker medis, jubah pelindung, sarung tangan, dan pelindung mata untuk memeriksa pasien dengan gejala gangguan pernapasan. Sedangkan untuk yang tidak memiliki gejala gangguan pernapasan, APD tergantung penilaian di lapangan.

Petugas kebersihan juga membutuhkan empat APD yakni masker medis, jubah pelindung, sarung tangan untuk tugas berat (jika ada risiko percikan dari material organik atau kimia), serta boots atau sepatu kerja yang tertutup.

Jika dimungkinkan, masker perlu disediakan untuk pasien yang memiliki gejala gangguan pernapasan.

Sedangkan pekerja yang berada di area administrasi, ruang tunggu, dan triase, yang tidak kontak dengan pasien, dinilai tidak memerlukan APD, namun menerapkan jarak aman dengan pasien setidaknya 1 meter.

3. Kebutuhan APD di pintu masuk wilayah (seperti bandara/pelabuhan)

Di area screening, staf yang melakukan screening temperatur, tanpa kontak langsung, dinilai belum memerlukan masker. Namun, masker dan sarung tangan direkomendasikan bagi staf yang melakukan screening lanjutan berupa wawancara dengan penumpang yang memiliki gejala mirip infeksi corona dan memiliki rekam jejak perjalanan ke wilayah dengan kasus corona.

Sedangkan petugas kebersihan direkomendasikan untuk mengenakan empat APD yakni masker medis, jubah pelindung, sarung tangan untuk tugas berat (jika ada risiko percikan dari material organik atau kimia), serta boots atau sepatu kerja yang tertutup.

Di tempat isolasi sementara, staf yang memasuki ruang isolasi namun tidak memberikan pendampingan langsung kepada penumpang disarankan menggunakan masker medis dan sarung tangan. Di sisi lain, staf dan tenaga kesehatan yang melakukan pendampingan langsung disarankan mengenakan masker medis, jubah pelindung, sarung tangan, dan pelindung mata.

Sedangkan petugas kebersihan direkomendasikan untuk mengenakan empat APD yakni masker medis, jubah pelindung, sarung tangan untuk tugas berat (jika ada risiko percikan dari material organik atau kimia), serta boots atau sepatu kerja yang tertutup.

Di ambulans atau kendaraan transfer, petugas kesehatan menggunakan masker medis, jubah pelindung, sarung tangan dan pelindung mata. Pengemudi yang mendampingi proses memasukkan dan mengeluarkan pasien terindikasi corona juga disarankan mengenakan kelengkapan yang sama.

Jika pengemudi tidak melakukan fungsi pendampingan dan tempat mengemudi bersekat dengan tempat pasien, maka pengemudi dinilai tidak perlu menggunakan masker. Di sisi lain, jika tidak ada sekat, maka masker direkomendasikan.  

4. Kebutuhan APD di masyarakat

Masker medis direkomendasikan bagi investigator yang melakukan wawancara langsung dengan orang yang diduga terinfeksi corona ataupun positif corona. Wawancara langsung juga disarankan di lingkungan terbuka. Meski begitu, WHO lebih merekomendasikan wawancara secara tidak langsung, misalnya melalui telepon atau konferensi video.

Sedangkan untuk mereka yang menjaga pasien corona di rumah dan memberikan layanan langsung -- seperti menangani tinja, urin, atau sampah lainnya – direkomendasikan untuk menggunakan masker medis, sarung tangan, dan apron (jika ada risiko cipratan). Bila tidak memberikan layanan langsung maka direkomendasikan mengenakan masker medis.

Di sisi lain, tenaga medis yang menangani pasien corona di rumah direkomendasikan mengenakan masker medis, jubah pelindung, sarung tangan, dan pelindung mata. Adapun pasien disarankan menerapkan jarak sosial minimal 1 meter dan mengenakan masker bila memungkinkan, kecuali saat tidur.

Reporter: Nobertus Mario Baskoro

Cek juga data ini

Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...