May day 2019, Momentum Merespon Perubahan Pasar Kerja

Image title
Oleh
1 Mei 2019, 21:23
Kemnaker
Kementerian Ketenagakerjaan

Jakarta—Menteri Ketenagakerjaan M. Hanif Dhakiri menyambut positif peringatan Hari Buruh Internasional 1 Mei 2019. Peringatan dihelat di berbagai kota Indonesia berjalan tertib, aman, dan kondusif.

“Pelaksanaan May Day 2019 yang bertema “Together We Grow” berjalan tertib, aman, harmonis dengan suasana kekeluargaan seperti perayaan May Day tahun-tahun sebelumnya. Suasana ini semoga terus terpelihara di setiap peringatan May Day, “ kata Menaker M. Hanif Dhakiri di Jakarta, Rabu (1/5/2019). 

Hanif Dhakiri mengatakan May Day 2019, merupakan momentum bangsa Indonesia untuk merespon perubahan pasar kerja yang dinamis dan semakin fleksibel, maupun perbaikan ekosistem ketenagakerjaan. 

Menurutnya prioritas pembangunan pemerintah 2019 yakni pembangunan SDM. “Saat ini kita membutuhkan SDM berkualitas dengan jumlah yang memadai dan persebaran yang relatif merata di seluruh Indonesia, " katanya.

Namun Menaker Hanif melihat persoalan riil yang dihadapi saat pembangunan SDM 2019. Persoalan tersebu adalah adanya ketimpangan skill. Persoalan skill sesungguhnya bukan persoalan pemerintah, tetapi juga masalah bagi serikat pekerja dan pengusaha.

Untuk mengatasi persoalan ketimpangan skill, Pemerintah terus meningkatkan masifikasi pelatihan vokasi.

“Pelatihan vokasi ini dalam rangka memberikan pelatihan soft skill dan hard skill, kepada angkatan kerja kita agar bisa terserap di pasar kerja dan kewirausahaan," lanjut Hanif Dhakiri. 

Hanif menegaskan pemerintah telah melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan kesejahteraan. Misalnya soal pengupahan, di mana tiap tahun dipastikan ada kenaikan upah buruh. 

Kemudian ada program perumahan pekerja, perluasan jaminan sosial bagi tenaga kerja, baik formal maupun informal, dan kredit usaha rakyat bagi pekerja.

“Kesejahteraan buruh tidak bisa terus menerus dilihat dari segi upahnya saja, tetapi dilihat dari kemudahan dari akses transportasi, pelatihan, pendidikan, akses permodalan, dan sebagainya, “ tutupnya.

Editor: Arsip

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...