Banjir di Wajo, Menteri Amran Turun Langsung Beri Bantuan

Image title
Oleh
9 Juli 2018, 21:06
Banjir Sulsel
Katadata

Banjir yang melanda tiga kabupaten di Sulawesi Selatan ini mengakibatkan gagal panen atau puso lahan pertanian seluas 11.480 hektare (Ha). Lahan yang puso meliputi Wajo 7.591 Ha, Soppeng 2.969 Ha dan Bone 920 Ha.

Korban banjir di Kabupaten Wajo merupakan daerah pertama yang dikunjungi Menteri Pertanian Amran hari ini (Senin, 9/7). Dalam kunjungannya menteri pertanian sekaligus memberi bantuan benih, pupuk, asuransi pertanian dan alat mesin pertanian seperti pompa air dan eksavator secara gratis kepada petani di Wajo. Khusus pupuk, total bantuan mencapai 574 ton atau untuk lahan seluas 11.480 Ha. Nilainya mencapai Rp 2,7 miliar. Selanjutnya Menteri Amram akan melanjutkan kunjungan bantuan pada Selasa (10/7) ke Kabupaten Soppeng. 

“Presiden sudah memerintahkan langsung agar kami ke lapangan dan memberi bantuan pupuk dan benih gratis kepada seluruh masyarakat yang terkena banjir di tiga kabupaten ini tanpa terkecuali,” katanya.

Amran menekankan pemerintah  sangat fokus menyelesaikan permasalahan petani yang terkena banjir ini. Karena itu, pemerintah melalui Kementerian Pertanian tidak ingin pemberian bantuan dilakukan secara simbolis.

“Kami cek langsung pengirimannya dan kami cek langsung sopirnya juga agar bantuan dibongkar hari ini,” katanya. ”Kami beri benih dan pupuk gratis. Kami pastikan nanti kalau kurang akan kirim bantuan tambahan dari pusat.”

Untuk mengoptimalkan penyaluran bantuan alat mesin pertanian, benih dan pupuk cepat dan tepat sasaran ke para petani, Amran meminta bupati dan dinas pertanian mengerahkan brigade. Pengerahan bantuan pun dibantu dan diawasi aparat kepolisian dan TNI.

“Pupuk sebanyak 280 ton harus dibagi hari ini juga. Kita tidak boleh menunggu sampai besok,” kata Amran. “Kami minta dinas agar selama pengerahan bantuan terus memonitor agar bantuan cepat sampai dan tepat.”

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Holtikultura Provinsi Sulsel Fitriani mengatakan banjir di Kabupaten Wajo disebabkan luapan air dari Danau Tempe. Banjir mulai terjadi pada minggu lalu setelah sebelumnya hujan lebat mengguyur sungai dibagian hulu bermuara di Danau Tempe.

“Total puso di Wajo 7.591 Ha. Dari total tersebut yang bisa ditanami padi seluas 6.658 Ha dengan kebutuhan benih padi 166,46 ton dan sisanya untuk ditanami jagung 933 Ha,” katanya. Sementara khususnya di Kecamatan Belawa, luas hanan puso mencapai 3.785 Ha dengan kebutuhan benih padi 94,6 ton, ujarnya menambahkan.

Fitriani menyebutkan banjir kali ini terparah sepanjang 10 tahun terakhir. Sebenarnya di Wajo setiap tahun terjadi banjir. Namun, dampak lahan sawah yang terendam hanya mencapai 300 Ha dan tidak membuat masyarakat terisolasi.

“Banjir kali ini tidak hanya berdampak pada tanaman saja, tapi juga membuat masyarakat terisolasi,” katanya.

Editor: Arsip

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...