Forum Pemred Desak Kepolisian Proses Pelaku Teror Wartawan Detik.com

Happy Fajrian
29 Mei 2020, 12:46
Preman proyek memukul dan menodongkan senjata kepada wartawan dalam aksi teatrikal gabungan Mahasiswa Pro Jurnalis mengutuk tindak kekerasan terhadap jurnalis, di Lhokseumawe, Aceh.
ANTARA FOTO/Rahmad
Ilustrasi

Forum Pemimpin Redaksi Indonesia (Forum Pemred) mendesak pihak kepolisian untuk memroses pelaku teror dan bahkan ancaman pembunuhan terhadap wartawan Detik.com. Pasalnya tindakan pelaku selain mencederai kemerdekaan pers juga mengkhianati kehidupan demokrasi di Tanah Air.

“Forum Pemred mengingatkan jika terjadi kekeliruan dalam pemberitaan semestinya masyarakat menempuh mekanisme  hak jawab sesuai ketentuan UU Pers 40/1999,” tulis surat pernyataan Forum Pemred yang ditandatangani ketua, Kemal Gani, dan sekretaris Arifin Asydhad, dikutip Jumat (29/5).

Kemal menambahkan, jika belum puas dengan cara tersebut, yang bersangkutan bisa mengadukan permasalahannya ke Dewan Pers.

(Baca: AJI Minta Pemerintah Usut Praktik Teror dan Doxing Kepada Wartawan)

Sejak Selasa 26 Mei 2020 wartawan Detikcom mengalami intimidasi, doxing, teror, bahkan ancaman pembunuhan karena berita tentang salah satu kegiatan Presiden Joko Widodo atau Jokowi. “Ini karena sang jurnalis menjalankan profesinya sebagai wartawan,” tulis surat tersebut.

Menurut Forum Pemred, jurnalis dan pers tentu tidak luput dari kesalahan. Namun, kekeliruan pemberitaan jelas tidak boleh menjadi alasan adanya intimidasi, kekerasan, teror, bahkan ancaman pembunuhan.

Undang-undang Pers dibuat supaya ada kepastian koreksi dapat dilakukan, dengan tetap menjunjung perlindungan terhadap kebebasan pers.

Dengan adanya kebebasan pers masyarakat diuntungkan dengan adanya mekanisme check and balances untuk memastikan akuntabilitas pemerintah dalam melayani kepentingan publik.

Halaman:

Cek juga data ini

Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...