Kejaksaan Agung Sita Aset Terdakwa Kasus Jiwasraya Senilai Rp 18,4 T

Image title
7 Juli 2020, 16:24
kejaksaan agung, asuransi jiwasraya, jiwasraya, pandemi corona
ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/foc.
Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung Hari Setiyono dan Jaksa Agung Muda Pidana Khusus Ali Mukartono dan Direktur Jenderal Perbendaharaan Kemenkeu Andin Hadiyanto menunjukkan barang bukti berupa uang sitaan terkait kasus TPPI di kantor Kejagung, Jakarta, Selasa (7/7).

"Uang ini nanti  bisa diperhitungkan sebagai pemenuhan kerugian keuangan negara manakala aset yang disita penyidik mengalami penurunan pada saat putusan pengadilan," kata Ali.

(Baca: Membedah Pengawasan OJK yang Dikabarkan Akan Kembali ke BI)

Dalam kasus ini, Korps Adhyaksa telah menetapkan tersangka baru yakni Kepala Departemen Pengawas Pasar Modal IIA Otoritas Jasa Keuangan periode 2014 - 2017, Fakhri Hilmi dan 13 perusahaan manajer investasi. Dari peran perusahaan tersebut kerugian negara ditaksir mencapai Rp 12,1 triliun yang merupakan bagian dari kerugian negara berdasarkan perhitungan BPK.

Seluruh perusahaan yang ditetapkan sebagai tersangka dijerat dengan dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang . Jika nantinya hasil penyidikan terbukti ada aset-aset hasil kejahatan, maka Kejaksaan Agung akan melakukan penyitaan. 

Kendati demikian, proses tersebut tidak akan mengganggu operasional bisnis. Adapun 13 perusahaan yang ditetapkan sebagai tersangka merupakan perusahaan manajer investasi, yakni  PT Dana Wibawa Managemen Investasi, atau PT PAN Arcadia Capital, PT OSO Manajemen Investasi, PT Pinacle Persada Investama, PT Milenium Dana Tama, PT Prospera Asset Management, dan PT MNC Asset Management. 

Kemudian, Kejaksaan Agung juga menetapkan status tersangka kepada PT Maybank Asset Management, PT GAP Capital, PT Jasa Capital Asse Management, PT Pool Advista Management, PT Corvina Capital, PT Treasure Fund Investama, dan PT Sinar Mas Asset Management.

Halaman:
Reporter: Muchammad Egi Fadliansyah
Editor: Agustiyanti
Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...