Jokowi Paparkan Keistimewaan UU Cipta Kerja untuk Dorong Investasi

Rizky Alika
9 Oktober 2020, 21:08
Presiden Joko Widodo saat membuka rapat terbatas di Istana Bogor, Selasa (21/4) lalu.
Katadata
Presiden Joko Widodo saat membuka rapat terbatas di Istana Bogor, Selasa (21/4) lalu.

Presiden Joko Widodo menyoroti gelombang penolakan Undang-Undang (UU) Cipta Kerja. Menurutnya, omnibus law ini penting untuk mendorong investasi di Indonesia

Indonesia membutuhkan UU Cipta Kerja untuk reformasi struktural dan mempercepat transformasi ekonomi. Sebab, “Setiap tahun ada sekitar 2,9 juta penduduk usia kerja baru yang masuk ke pasar kerja,” kata Jokowi di Istana Bogor, Jumat (9/10).

Advertisement

Oleh karena itu, lapangan kerja baru sangat mendesak, terlebih di tengah pandemi Covid-19. Mantan Walikota Solo itu mencatat, ada 6,9 juta pengangguran serta 3,5 juta pekerja yang terdampak pandemi virus corona.

Selain itu, sebanyak 87% dari total penduduk yang bekerja memiliki tingkat pendidikan SMA ke bawah. Adapun, 39% di antaranya memiliki pendidikan tingkat SD.

Jadi, perlu penciptaan kerja baru, khususnya padat karya. "Jadi UU Cipta Kerja bertujuan menyediakan lapangan kerja sebanyak-banyaknya bagi pencari kerja dan pengangguran," ujar dia.

Di sisi lain, UU Cipta Kerja akan memudahkan masyarakat, khususnya pelaku usaha mikro kecil untuk membuka usaha baru. Sebab, perizinan usaha untuk pelaku mikro kecil tidak diperlukan lagi.

"Hanya pendaftaran saja, sangat simpel," katanya. Kemudian, sertifikasi halal bagi usaha mikro kecil akan dibiayai pemerintah.

Di sisi lain, pemerintah mempermudah pembentukan perseroan terbatas (PT). Dengan UU Cipta Kerja, tidak ada batasan modal minimum untuk pembentukan PT. Kemudian, pembentukan korporasi dapat dilakukan oleh sembilan orang saja. Oleh karenanya, Jokowi berharap korporasi akan semakin menjamur di tanah air.

Halaman:
Reporter: Rizky Alika
Editor: Pingit Aria
Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...
Advertisement