Memahami Abrasi dari Pengertian sampai Regulasinya

Siti Nur Aeni
25 Oktober 2021, 18:54
Pengendara motor melintasi jalan yang rusak tergerus abrasi di Desa Cemarajaya, Cibuaya, Karawang, Jawa Barat, Selasa (27/4/2021). Abrasi laut dan hantaman gelombang tinggi yang menerjang akses jalan penghubung antarwilayah itu berpotensi mengancam kesel
ANTARA FOTO/Muhamad Ibnu Chazar/aww.
Pengendara motor melintasi jalan yang rusak tergerus abrasi di Desa Cemarajaya, Cibuaya, Karawang, Jawa Barat, Selasa (27/4/2021). Abrasi laut dan hantaman gelombang tinggi yang menerjang akses jalan penghubung antarwilayah itu berpotensi mengancam keselamatan dan permukiman warga serta merusak jalur perekonomian.

Abrasi atau erosi pantai merupakan bencana alam yang terjadi karena dua faktor yaitu alami dan aktivitas manusia. Berdasarkan data yang ada di databoks, bencana alam tersebut pernah terjadi sebanyak 22 kali per Agustus 2021.

Meskipun tak sebanyak banjir dan puting beliung, namun bukan berarti pengikisan pantai tidak berbahaya. Apa saja dampak yang ditimbulkan dari abrasi dan bagaimana cara mencegahnya? Berikut penjelasannya.

Pengertian Abrasi

Pengertian tentang abrasi sudah banyak tercatat di berbagai sumber literasi. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, abrasi adalah proses pengikisan batuan oleh angin, air, atau es yang mengandung bahan bersifat merusak.

Dalam Undang-undang Nomor 24 tahun 2007 juga dijelaskan bahwa abrasi merupakan proses pengikiran pesisir pantai yang diakibatkan oleh gelombang dan arus laut yang merusak. Hal tersebut dipicu oleh gangguan keseimbangan alam di daerah tersebut.

Menurut penjelasan dalam Jurnal “MITSU” Media Informasi Teknik Sipil UNIJA 4(1), abrasi pantai merupakan penggerusan yang terjadi di daerah pantai. Penyebabnya karena adanya arus gelombang air laut dalam waktu yang lama dan perilaku manusia yang kurang baik.

Direktorat Pendayagunaan Pesisir dan Pulau-pulau Kecil dalam website resminya juga menjelaskan bahwa abrasi atau abrasion merupakan sebuah pengikisan tanah di daerah pantai yang disebabkan oleh ombak dan air laut.

Dari beberapa sumber literasi di atas, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa erosi pantai atau abrasi merupakan pengikisan area pantai yang disebabkan adanya kondisi alam yang tidak menguntungkan dan diperparah dengan aktivitas manusia yang kurang baik.

Penyebab Abrasi

Seperti yang sudah disinggung dalam beberapa pengertian erosi pantai, bencana alam tersebut bisa disebabkan oleh dua hal. Pertama faktor alam dan kedua karena aktivitas manusia. Mengutip dati kkp.go.id, berikut ini penjelasan mengenai penyebab erosi.

1. Faktor Alam

Beberapa faktor alam yang dapat menyebabkan erois pantai antara lain pasang surut air laut, angin di atas lautan, gelombang laut, dan arus laut yang bersifat merusak. Faktor ini tidak dapat dihindari karena sudah memiliki siklus yang pasti. Oleh sebab itu perlu adanya beberapa upaya pencegahan untuk meminimalisir risiko tersebut.

2. Faktor Manusia

Berbeda dengan faktor alami yang sulit dicegah, faktor penyebab abrasi yang satu ini dapat dicegah. Kegiatan manusia yang berbahaya dan mengganggu ekosistem dapat menyebabkan erosi pantai. Kegiatan tersebut misalnya, eksploitasi sumber daya laut, aktivitas kendaraan bermotor, pabrik industri, dan kebakaran hutan yang dapat menyebabkan pemanasan global.

Saat bumi menghasilkan terlalu banyak karbon dioksida maka panas matahari akan dipantulkan kembali ke bumi. Akibatnya, panas terperangkap di atmosfer dan menyebabkan suhu bumi meningkat.

Kenaikan suhu inilah yang menyebabkan es di daerah kutub mencair dan permukaan air laut meningkat. peningkatan volume air laut menyebabkan erosi dan bencana alam lainnya.

Aktivitas manusia lainnya yang bisa menyebabkan erosi pantai yaitu penambangan pasir. Hal tersebut berpengaruh langsung terhadap kecepatan dan arah air laut saat mengenai daerah pantai. Karena air laut tidak membawa pasir maka kekuatan menghantam pantai semakin besar. Akhirnya, erosi pantai mudah terjadi.  

Halaman:
Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...