Studi Awal: Booster Sinopharm Lemah Lawan Omicron, Moderna Lebih Ampuh

Rizky Alika
21 Desember 2021, 13:10
Petugas medis menunjukkan vaksin sinopharm di Sentra Vaksinasi Gotong Royong Perbanas, Lapangan Tenis Indoor Senayan, Jakarta, Sabtu (19/6/2021). Perhimpunan Bank Nasional (Perbanas) bekerjasama dengan Bio Farma dan Kimia Farma menyiapkan 130.000 dosis va
ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/pras.
Petugas medis menunjukkan vaksin sinopharm di Sentra Vaksinasi Gotong Royong Perbanas, Lapangan Tenis Indoor Senayan, Jakarta, Sabtu (19/6/2021). Perhimpunan Bank Nasional (Perbanas) bekerjasama dengan Bio Farma dan Kimia Farma menyiapkan 130.000 dosis vaksin sinopharm pada program vaksinasi gotong royong secara mandiri bagi 65.000 karyawan dari 48 bank pemerintah, swasta, nasional, asing dan daerah. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/pras.

Berbagai pihak terus mengkaji efektivitas vaksin terhadap Covid-19 varian Omicron. Sejumlah peneliti di Cina mengatakan, suntikan Covid-19 dosis ketiga (booster) Sinopharm memiliki kemampuan lebih rendah dalam menetralisir varian tersebut.

Sebaliknya, Moderna mengklaim vaksin mereka mampu melindungi tubuh dari varian Omicron. Perusahaan Amerika Serikat tersebut membuat studi dengan beberapa dosis booster.

Advertisement

Mengutip dari Reuters, Senin (21/12), hal itu berdasarkan studi yang dilakukan peneliti asal Shanghai Jiao Tong University dan laboratorium berbasis di Shanghai yang mengkhususkan diri pada penyakit menular pernapasan. Mereka membandingkan aktivitas vaksin booster Sinopharm terhadap jenis Covid-19 yang lebih tua dari Wuhan.

Berdasarkan makalah yang diterbitkan pada Sabtu (18/12), aktivitas antibodi penetral dari vaksin booster Sinopharm BBIBP-CorV menunjukkan penurunan 20,1 kali lipat terhadap Omicron dibandingkan varian awal yang berasal dari Wuhan.

Studi ini menganalisis sampel dari 292 petugas kesehatan yang menerima dosis ketiga sekitar delapan hingga sembilan bulan setelah dosis kedua mereka. Setelah empat minggu mendapat suntikan tambahan, sampel serum dari 78,1% peserta menunjukan aktivitas netralisasi terhadap Omicron.

Sebelumnya, pengujian terhadap varian Wuhan menunjukkan sekitar delapan hingga sembilan bulan setelah suntikan BBIBP-CorV kedua, aktivitas penetralisir hampir tidak dapat dideteksi. Sementara booster meningkatkan respons secara signifikan. Meski demikian, pihak Sinopharm belum memberikan komentar atas studi tersebut.

Halaman:
Reporter: Rizky Alika
Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...
Advertisement