Cek Fakta: Apakah Vaksin Mengandung Bahan Kimia Berbahaya?

Amelia Yesidora
31 Januari 2022, 07:30
Cek Fakta: Apakah Vaksin Mengandung Bahan Kimia Berbahaya?
ANTARA FOTO/REUTERS/Ciro De Luca/WSJ/cf
Tenaga kesehatan menyiapkan dosis vaksin Pfizer-BioNTech di pusat vaksinasi penyakit virus korona (Covid-19) di Naples, Italia, Jumat (8/1/2021).
 
GNI: Keliru
 

Kemunculan Omicron, varian baru Covid-19, turut mengundang kabar sumbang mengenai vaksinasi virus corona. Kali ini terdapat narasi yang menjelaskan adanya belasan bahan kimia berbahaya pada vaksin Covid-19.

Pesan tersebut disebarluaskan melalui aplikasi pesan singkat WhatsApp, seperti: “Download file ini sebelum di-delete websitenya https://nobulart.com/covid-19-vaccine-ingredients/ Dari hasil tes vaksin, bahan kimia berbahaya yang terdapat dalam vaksin :

Advertisement
  1. Aluminium (Al)
  2. Bismuth (Bi)
  3. Cadmium (Cd)
  4. Chromium (Cr)
  5. Copper (Cu)
  6. Iron (Fe)
  7. Lead (Pb)
  8. Magnesium (Mg)
  9. Manganese (Mn)
  10. Nickel (Ni)
  11. Selenium (Se)
  12. Silicon (Si)
  13. Sulfur (S)
  14. Tin (Sn)
  15. Titanium (Ti)
  16. Vanadium (V)
  17. Graphene Oxide (C140H42O20)
  18. Parasit (ini yang paling berbahaya)

mata kuning juga bisa menjadi pertanda liver rusak akibat kemasukan cacing parasit ke dalam liver dll.”

Cek Fakta Bahan Vaksin
Cek Fakta Bahan Vaksin (Turnbackhoax)
 

Informasi dalam laman tersebut masih bisa diakses dengan mudah per Selasa (25/1). Laman Nobulart sendiri memperoleh informasi mengenai bahan kimia berbahaya tersebut melalui kajian yang dilakukan oleh dr. Robert O. Young. 

Young bukanlah nama baru di dunia kesehatan Amerika Serikat. Namanya cukup kontroversial. Semula dia dikenal sebagai penggagas gaya hidup "alkalarian" yang dapat meningkatkan kesehatan melalui konsumsi makanan dan minuman tinggi alkalin. Ia bahkan masih mencantumkan informasi mengenai gaya hidup ini dalam laman pribadinya.

Young mengklaim berhasil menyembuhkan kanker payudara seorang pasien bernama Kim Tinkham. Namun Tinkham meninggal tidak lama kemudian. Ia lalu ditangkap aparat kepolisian setempat pada Januari 2014 dan dihukum pada 2016 atas dua dari tiga dakwaan pencurian dan praktik kedokteran tanpa izin. Young mendekam selama beberapa bulan dalam penjara pada 2017.

Dalam laman Komisi Perdagangan Federal (Federal Trade Commision) Amerika Serikat, dapat ditemukan surat peringatan kepada Young atas beberapa klaim sepihak yang dilakukannya dalam pencegahan dan perawatan Covid-19.

Penelusuran Fakta

Dalam proses penelusuran fakta, tim Cek Fakta Katadata.co.id menemukan bahwa narasi bahan kimia yang disebutkan sudah sering dilayangkan di ruang publik. Pada Juli 2021 lalu, seorang profesor dari Spanyol mempublikasi sebuah analisis atas vaksin Pfizer yang sudah diklaim sebagai hoax oleh berbagai media cek fakta.

Halaman:
Reporter: Amelia Yesidora

Konten cek fakta ini kerja sama Katadata dengan Google News Initiative untuk memerangi hoaks dan misinformasi vaksinasi Covid-19 di seluruh dunia.

google news initiative x katadata
Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...
Advertisement