Jokowi Lepas Ekspor 7 Kontainer Pinang Biji ke Pakistan
Presiden Joko Widodo pada hari ini melepas ekspor komoditas pinang biji dari Jambi ke Pakistan. Ekspor tersebut terdiri dari tujuh kontainer dengan nilai ekonomi Rp 4,06 miliar.
Jokowi mengatakan pinang biji merupakan komoditas potensial dari Indonesia. Apalagi RI memiliki 152 ribu hektare lahan dan sebanyak 22 ribu hektare berada di Jambi.
"Ini adalah sebuah komoditas ekspor yang banyak dibutuhkan di Thailand, Iran, India, Cina, Pakistan," kata Jokowi di Muaro Jambi, Kamis (7/4).
Kepala Negara berharap, Indonesia bisa mengekspor lebih banyak pinang biji. Pada tahun lalu, ekspor komoditas ini mencapai lebih dari Rp 5 triliun dan mampu meningkatkan pendapatan petani.
Presiden juga berharap pinang biji dapat dikelola dengan manajemen yang modern. Ia lalu memerintahkan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo untuk menyiapkan varietas yang unggul, baik, dan memiliki kualitas bagus.
Adapun, ekspor pinang Jambi pada 2021 sebanyak 73.716 ton dengan nilai Rp 2,03 triliun. Selama 2021–2022, Kementerian Pertanian juga mencatat sebanyak 60 perusahaan mengekspor buah pinang melalui Jambi.
Dalam kesempatan itu, turut mendampingi Jokowi ialah Ibu Negara Iriana Jokowi, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, Gubernur Jambi Al Haris, dan Bupati Muaro Jambi Masnah Busro.
Sebelumnya, Jokowi juga membagikan Bantuan Langsung Tunai (BLT) minyak goreng di Pasar Angso Duo, Jambi. Setelah itu, ia melanjutkan perjalanan menuju Desa Pudak, Kumpeh Ulu, Muaro Jambi untuk melepas ekspor komoditas pinang biji.
Usai pelepasan ekspor, Kepala Negara menuju Kawasan Cagar Budaya Nasional (KCBN) Muaro Jambi untuk meninjau Candi Kedaton. Dalam perjalanan menuju KCBN Muaro Jambi, Presiden memantau proyek peningkatan kualitas jalan akses Candi Muaro Jambi dan Pelabuhan Muara Sabak.
Mengakhiri rangkaian kunjungan kerja, Jokowi kembali menyerahkan sejumlah bantuan kepada masyarakat penerima manfaat di Pasar Bedug, Kota Jambi. Setelahnya, Presiden langsung menuju Bandar Udara Sultan Thaha Saifuddin, Jambi untuk kembali ke Jakarta.
