Pasukan Bela Diri Jepang Bakal Ikut Latihan Militer di Indonesia

Rizky Alika
27 Juli 2022, 15:12
Jokowi, Jepang
Laily Rachev - Biro Pers Sekretariat Presiden
Presiden Joko Widodo dan Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida di Tokyo, Jepang pada Rabu (27/7).

Presiden Jokowi bertemu dengan Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida di Tokyo, Jepang, hari ini. Dalam pertemuan itu, Kishida mengatakan pasukan bela diri Jepang akan mengikuti latihan militer gabungan di Indonesia.

"Pasukan bela diri darat Jepang akan berpartisipasi untuk pertama kalinya dalam latihan bersama multilateral Garuda Shield," kata Kishida dalam konferensi pers daring, Rabu (27/7).

Negara Matahari Terbit itu berharap kerja sama keamanan kedua negara dapat berkembang lebih lanjut, termasuk pertukaran dalam bidang pertahanan.

Dalam kesempatan itu, Jepang juga ingin memperkuat keamanan kawasan laut Indonesia. Untuk itu, pemerintah Jepang akan mendukung peningkatan kemampuan keamanan maritim.

"Termasuk penelitian yang sedang dilaksanakan untuk kerja sama hibah kapal patroli," katanya. Kishida pun turut menyambut baik penandatanganan kerja sama dalam bidang keamanan maritim.

Mengutip dari laman Kedutaan Besar dan Konsulat Amerika Serikat di Indonesia, Garuda Shield merupakan latihan bersama dan gabungan tahunan antara TNI dan Komando Indo-Pasifik AS. Latihan gabungan ini bertujuan untuk memperkuat kemampuan, rasa saling percaya, dan kerja sama yang telah dibangun.

Latihan militer gabungan Garuda Shield akan dilakukan bersama dengan negara mitra lainnya, yaitu Amerika Serikat, Singapura, dan Australia. Latihan tersebut akan digelar di Baturaja, Amborawang, dan Pulau Batam pada 1 hingga 14 Agustus mendatang.

Adapun, latihan Garuda Shield 2022 melibatkan sekitar 2.000 tentara AS, 2.000 personel TNI AD, dan tambahan peserta dari negara mitra. Latihan ini akan memperkuat Kemitraan Strategis AS-Indonesia dan memajukan kerja sama regional dalam mendukung Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka.

Selain negara yang berpartisipasi aktif, Kanada, Prancis, India, Malaysia, Korea Selatan, Papua Nugini, Timor Leste, dan Inggris diharapkan bergabung sebagai negara pengamat.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Rizky Alika
Editor: Yuliawati

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...