Alasan Jokowi Tunjuk Heru jadi Pj Gubernur Jakarta: Sudah Kenal Lama

Andi M. Arief
10 Oktober 2022, 14:20
jokowi, jakarta, heru budi
Youtube Sekretariat Presiden
Presiden Joko Widodo saat menghadiri Upacara Hari Kesaktian Pancasila di Lubang Buaya, Jakarta Timur, Sabtu (1/10).

Presiden Joko Widodo telah resmi menunjuk Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono sebagai Penjabat Gubernur DKI Jakarta menggantikan Anies Baswedan.  Jokowi beralasan rekam jejak menjadi alasan Heru dipilih memimpin Ibu Kota hingga 2024.

Jokowi mengatakan dirinya telah mengenal Heru sejak menjadi Gubernur DKI pada 2012 hingga 2014. Heru juga disebutnya memiliki kapasitas dan kemampuan saat menjadi Kepala Sekretariat Presiden.

"Saya sudah kenal Pak Heru lama sekali, sejak Pak Heru jadi Wali Kota Jakarta Utara. Saya tahu semuanya dan komunikasi Pak Heru sangat baik," kata Jokowi di Istana Merdeka, Senin (10/10).

Heru menjabat sebagai Wali Kota Jakarta Utara pada 2014. Pada 2015, Heru alih jabatan menjadi Kepala Badan Pengelola Keuangan Aset Daerah (BPKAD) di bawah Kepemimpinan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok. 

Jokowi menugaskan Heru untuk menangani beberapa persoalan utama Ibu Kota yakni kemacetan, banjir, dan tata ruang. "Harus ada progres perkembangan yang signifikan," kata Jokowi.

Heru selama ini digadang-gadang sebagai calon terkuat Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta pengganti Anies Baswedan. Namanya bersaing dengan Sekretaris Daerah DKI Marullah Matali dan Dirjen Politik dan Pemerintahan Umum Kementerian Dalam Negeri Bahtiar.

Heru menempuh pendidikan sarjana di Universitas Krisna Dwipayana pada 1984-1990. Kemudian, ia melanjutkan pendidikan master di kampus yang sama pada 1995-1998.

PENYESUAIAN PROTOKOL NORMAL BARU DI ISTANA KEPRESIDENAN
PENYESUAIAN PROTOKOL NORMAL BARU DI ISTANA KEPRESIDENAN (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/nz.)

Heru juga bukan orang baru di Pemprov DKI Jakarta. Ia mengawali karier di ibu kota sebagai Staf Khusus Wali Kota Jakarta Utara pada 1993.

Selang dua tahun kemudian, ia menjadi Staf Bagian Penyusunan Program Kota Jakarta Utara. Berikutnya, ia mendapat promosi menjadi Kepala Sub Bagian Pengendalian Pelaporan Kota Jakarta Utara pada 1999.  Lalu pada 2002, ia pindah jabatan menjadi Kepala Sub Bagian Sarana dan Prasarana Kota Jakarta Utara.

Selain itu, pria kelahiran Medan itu sempat menduduki jabatan Kepala Bagian Umum Kota Jakarta Utara pada 2007. Ia pun diangkat sebagai Kepala Bagian Prasarana dan Sarana Perkotaan Kota Jakarta Utara pada 2008.

Pada 2013, ia menduduki kursi Kepala Biro Kepala Daerah dan Kerja Sama Luar Negeri Provinsi DKI Jakarta. Kemudian saat Jokowi menjabat sebagai Gubernur DKI, Heru ditunjuk menjadi Wali Kota Jakarta Utara pada 2014. Heru hanya menjabat posisi itu selama setahun hingga menjabat sebagai Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah DKI Jakarta.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Andi M. Arief

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...