Saling Sindir Nasdem - Demokrat Usai Anies Bertemu Gibran, Ada Apa?

Ade Rosman
18 November 2022, 14:08
Anies Baswedan
Antara
Anies Baswedan saat bertemu Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka di Solo, Selasa (15/11).

Politisi Partai Nasdem dan Partai Demokrat saling sindir usai pertemuan yang terjadi antara mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka pada Selasa (15/11) lalu. Wakil Ketua Umum partai NasDem, Ahmad Ali, mengatakan pertemuan Anies dengan berbagai kelompok merupakan hal yang wajar. 

Sebelumnya Ahmad Ali sempat menyebut bukan tidak mungkin Anies dan Gibran membangun komunikasi lebih serius dan berduet pada pemilihan presiden 2024. Ia merasa heran bila kemudian pernyataannya itu justru dikritik oleh politisi Demokrat dan dianggap tidak elok. 

"Waduh. Emang Demokrat sudah berkoalisi sama NasDem? Demokrat kan belum mendukung mengusung Anies ya," kata Ali di Kompleks Parlemen Senayan Kamis (17/11).

Menurut Ali pernyataan dari politisi Demokrat itu tidak tepat. Alasannya, hingga kini Demokrat masih belum resmi berkoalisi dengan Nasdem untuk mengusung Anies di Pilpres. 

Sebelumnya, melalui cuitan dalam akun Twitter pribadinya, Politisi Demokrat Andi Arief mengatakan daripada memunculkan wacana baru, Nasdem sebaiknya berkonsentrasi saja pada hubungannya dengan Demokrat dengan PKS. Ia mengkritik sikap Nasdem yang terkesan mengobral posisi cawapres pada setiap figur yang ditemuinya.

"Sebaiknya konsentrasi saja pada apa yang sudah dibicarakan di koalisi. Bulatkan saja tekad, bahwa Nasdem  bergabung bersama PKS dan Demokrat memilih di jalur perubahan," kata Andi, Kamis (17/11).

Menanggapi pernyataan Andi, Ali mengatakan setiap orang berpotensi menjadi cawapres. Sama halnya dengan pengusungan Agus Harimurti Yudhoyono sebagai cawapres dari Demokrat serta Ahmad Heryawan dari PKS. 

"Semua orang berpotensi untuk jadi calon wakil presiden. Sama dengan ketika kemudian Demokrat usung AHY, memasang baliho AHY, PKS pasang baliho mas Aher di mana-mana, itu kita tidak pernah sepakati nama itu sebagai cawapres. Nasdem gak pernah menyepakati itu," kata Ali.

Meski begitu, ia mengatakan pihaknya menghargai pengusungan nama cawapres oleh masing-masing kubu. Pengusungan nama menurut Ali merupakan bentuk kedaulatan dari parpol masing-masing.

"Kami hargai itu sebagai suatu bentuk kedaulatan partai Demokrat. Iya kan? Jadi kita harus saling menghargai itu. Berkoalisi itu jangan saling membungkam," kata Ali.

Lebih jauh, ia mengatakan pertemuan pihaknya dengan beberapa tokoh di luar Demokrat-PKS bukanlah suatu bentuk ketidakdisiplinan dalam berkoalisi. Ali berasalan tujuan pihaknya mengusung Anies bukan untuk membenci kubu lainnya. 

Ia berharap agar koalisi yang dibangun nanti tidak memutus komunikasi masing-masing partai dengan pihak lain.

Reporter: Ade Rosman

Cek juga data ini

Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...