Top Stories: Satelit Satria 1 Siap Meluncur, Laporan Pentagon Bocor
Indonesia akan mengukir sejarah dengan meluncurkan satelit Multifungsi Indonesia Raya 1 atau SMF Satria 1 dari Cape Canaveral, Florida, Amerika Serikat.
Satelit Satria 1 memiliki target untuk beroperasi pada triwulan IV tahun ini, dengan masa tugas hingga 15 tahun ke depan. Satria 1 juga digadang menjadi satelit internet terbesar di asia dengan kapasitas 150 gbps.
Berita mengenai peluncuran satelit Satria 1 menjadi artikel dengan minat pembaca yang tinggi atau top stories Katadata.co.id pada Selasa (14/6). Simak juga artikel lain yang juga memiliki minat pembaca yang tinggi, seperti laporan Pentagon mengenai friksi antara Amerika Serikat dengan Arab Saudi soal minyak.
Berikut Top Stories Katadata.co.id:
1. Satelit Satria 1 Milik Indonesia Meluncur 19 Juni 2023 di Amerika
Pemerintah Indonesia akan meluncurkan Satelit Satria 1 pada Senin (19/6) waktu Indonesia, dari Cape Canaveral, Amerika Serikat.
“Bagi yang ingin menyaksikan dari Indonesia, dapat disaksikan secara langsung melalui kanal YouTube Kominfo pada tanggal 19 Juni 2023,” kata Plt. Menteri Komunikasi dan Informatika atau Menkominfo, Mahfud MD, dalam konferensi pers 'Peluncuran Satelit Republik Indonesia (SATRIA 1)' di Media Center Kominfo, Selasa (13/6).
Satelit ini dibangun PT Satelit Nusantara III yang dikerjakan Thales Alenia Space di Cannes, Prancis. Satelit ini menggunakan teknologi Very High-Throughput Satellite (VHTS) dan frekuensi Ka-Band.
Satelit seberat 4.600 kg ini akan diluncurkan menggunakan roket Falcon 9 dari SpaceX, perusahaan milik Elon Musk. Setelah mengorbit, satelit ditargetkan dapat dimanfaatkan masyarakat secara bertahap mulai Januari 2024.
Simak berita lengkap mengenai satelit Satria 1 yang meluncur 19 Juni 2023.
2. Profil dan Fungsi Satelit SATRIA 1 Milik Indonesia, Terbesar di Asia
Satelit Satria 1 ditargetkan mulai beroperasi pada triwulan IV 2023 dengan masa tugas hingga 15 tahun. SATRIA 1 digadang akan menjadi satelit internet terbesar di asia dengan kapasitas 150 gbps.
Adapun, satelit ini akan menjadi jembatan angkasa telekomunikasi untuk menyediakan internet di seluruh penjuru negeri, khususnya di kawasan terdepan, tertinggal dan terluar (3T).
Untuk menghubungkan operasi Satelit SATRIA 1 dengan teknisi di Bumi, pemerintah Indonesia juga menyiapkan stasiun bumi di 11 lokasi yaitu Cikarang, Batam, Banjarmasin, Tarakan, Pontianak, Kupang, Ambon, Manado, Manokwari, Timika dan Jayapura
Simak fungsi satelit Satria 1.
3. Bank Yama di Tengah Pusaran Utang-Piutang Jusuf Hamka
Pekan ini, Kementerian Keuangan menegaskan belum akan membayarkan utang ke perusahaan Jusuf Hamka, PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk (CMNP), yang diklaim nilainya saat ini sebesar Rp800 miliar.
Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan dalam menangani persoalan ini, Kementerian Keuangan perlu melihat kepentingan negara dan kepentingan keuangan. Ia mengatakan pemerintah dan seluruh pihak terkait untuk melihat secara menyeluruh kasus tersebut.
"Negara waktu itu menyelamatkan sektor keuangan dan sekarang malah harus membayar kembali bank-bank yang sudah diselamatkan oleh negara," kata dia Senin (12/6).
Sementara itu, Direktur Jenderal Kekayaan Negara Kemenkeu, Rionald Silaban, mengingatkan Jusuf Hamka mengenai utang ratusan miliar yang dicetak tiga anak perusahaan CMNP kepada negara.
Rionald, yang juga menjabat sebagai Ketua Satgas BLBI, mengatakan utang tersebut masih terkait dengan Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI).
Sebelumnya, Jusuf Hamka menagih utang CMNP ke pemerintah sebesar Rp800 miliar. Utang itu berasal dari deposito milik CMNP yang ditempatkan di Bank Yakin Makmur (Yama).
Baca lebih lengkap mengenai Bank Yama dan juga kaitannya dengan keluarga Cendana
4. Laporan Pentagon: AS-Saudi Saling Ancam Soal Produksi dan Harga Minyak
Sebuah laporan Departemen Keamanan Amerika Serikat (AS) atau Pentagon, yang bocor ke publik menunjukkan bahwa Amerika dan Arab Saudi saling ancam terkait kebijakan produksi kartel minyak dunia dan sekutunya, OPEC+, yang berdampak pada harga minyak.
Mengutip Washington Post, laporan Pentagon tersebut menunjukkan bahwa Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman Al Saud mengancam Amerika dengan bencana ekonomi atas keputusan produksi minyak kelompok OPEC+ yang termasuk Rusia di dalamnya.
Hubungan antara Biden dan bin Salman telah memburuk sejak sebelum Biden menjabat. Namun dokumen Pentagon yang baru bocor menunjukkan bahwa keputusan Arab Saudi untuk memangkas produksi Oktober lalu membuat hubungan keduanya semakin dingin.
Menyusul keputusan Arab Saudi dan negara anggota OPEC+ lainnya untuk memangkas produksi, Presiden AS Joe Biden telah berjanji bahwa akan ada “konsekuensi”. Pasalnya langkah pemangkasan produksi minyak dapat mengerek harga minyak yang memperburuk inflasi di Amerika yang tengah diperangi pemerintahan Biden.
Cek laporan Pentagon mengenai AS-Saudi saling ancam.
5. Waketum PPP: Kami Yakin Survive di Pemilu 2024, Patahkan Temuan Survei
Pemilu 2019 menjadi pesta demokrasi yang tidak mudah bagi Partai Persatuan Pembangunan. Kasus hukum yang menjerat Ketua Umum partai jelang pemilu membuat akar rumput partai goyang. Namun, PPP menunjukkan eksistensi dengan tetap menjadi partai yang lolos ke Senayan dengan perolehan 4,4% suara.
Pada pemilu 2024 sejumlah lembaga survei kompak memprediksi PPP tak lolos ke parlemen. Survei terbaru Litbang Kompas yang dirilis akhir Mei 2023 menunjukkan partai yang berdiri sejak 1973 ini diprediksi hanya meraup 2,9% suara.
Dalam wawancara khusus dengan Katadata.co.id, Wakil Ketua Umum PPP Arsul Sani mengatakan partainya tak gentar dengan hasil survei. Bahkan ia meyakini PPP kini berada dalam posisi terbaik untuk kembali menjadi partai besar yang telah memiliki sejarah panjang dalam pesta demokrasi di Indonesia.
Keyakinan Arsul diperkuat dengan sikap PPP yang telah lebih awal menyatakan dukungan pada salah satu capres dalam pilpres. Menurut Arsul, partai memiliki cukup waktu untuk melakukan pendekatan kepada konstituen untuk tetap setia memilih PPP di bilik suara.
Simak wawancara lengkap dengan Waketum PPP, Arsul Sani.
