Jokowi Targetkan Smelter Bauksit Mempawah Beroperasi Juni 2024

Muhamad Fajar Riyandanu
20 Maret 2024, 19:07
Foto Ilustrasi Bauksit
123RF
Foto Ilustrasi Bauksit
Button AI Summarize

Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan penugasan kepada Holding BUMN pertambangan, PT Mineral Industri Indonesia (MIND ID) segera menyelesaikan proyek pabrik pengolahan mineral atau Smelter Bauksit Grade Alumina Refinery (SGAR) Mempawah di Desa Bukit Batu, Mempawah, Kalimantan Barat. Jokowi memberi target beroperasi paling lambat Juni 2024.

"Smelter ini akan selesai Juni tahun ini, kemudian akan beroperasi penuh pada awal 2025," kata Jokowi saat menyampaikan keterangan pers yang disiarkan oleh kanal Youtube Sekretariat Presiden pada Rabu (20/3).

Jokowi mengatakan pembangunan smelter bauksit merupakan langkah lanjutan setelah nikel dalam agenda besar hilirisasi mineral di Tanah Air. Keberadaan Smelter Bauksit Mempawah nantinya diharap dapat mengurangi impor aluminium.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Indonesia mengimpor aluminium seberat 707,99 ribu ton senilai US$ 2 miliar atau sekira Rp 31,14 triliun pada 2023. "Separuh dari kebutuhan dalam negeri itu impor, targetnya dengan smelter ini kita tidak impor lagi," ujar Jokowi.

Jokowi menyebut pembangunan Smelter Bauksit Grade Alumina Refinery (SGAR) Mempawah bagian dari visi integrasi industri mineral dengan sektor lainnya, seperti pembuatan komponen kendaraan listrik, yang akan melibatkan bahan baku nikel dan tembaga.

"Ekosistem besar yang mau kita bangun. Body-nya mungkin dari aluminium, kemudian ev battery-nya dari nikel, lalu tembaga untuk komponen kabel dan lain-lain, sehingga jadi satu terintegrasi," kata Jokowi.

Sebelumnya, proyek SGAR sempat mandek ditengarai akibat adanya perselisihan di antara kontraktor proyek atau pihak konsorsium pemenang tender, yakni PT Perumahan Pembangunan (PTPP) dengan perusahaan asal negeri tirai bambu, China Aluminium International Engineering Corporation (Chalieco).

Mandeknya pengerjaan smelter selama kurang lebih 16 bulan itu disebut berpotensi menciptakan kerugian dari pendapatan yang hilang atau potential revenue loss sebesar US$ 450 juta atau sekitar Rp 6,75 triliun.

Proyek yang menelan anggaran US$ 831,5 juta atau sekira Rp 13 triliun tersebut telah dicabut dari daftar proyek strategis nasional (PSN) lewat penerbitan Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Nomor 9 Tahun 2022 pada akhir Juli 2022 lalu.

MIND ID sepakat untuk menargetkan smelter beroperasi penuh pada 2024. Proyek SGAR Mempawah merupakan langkah MIND ID dalam menciptakan ekosistem rantai pasok aluminium dari hulu hingga hilir.

Perusahaan mendorong agar proyek SGAR dapat terus dilakukan percepatan penyelesaian, mengingat proyek ini merupakan bagian dari pengembangan rantai industri aluminium nasional yang terintegrasi.

Langkah percepatan pun sudah mulai dilakukan untuk mengejar penyelesaian proyek melalui koordinasi dengan PT Borneo Alumina Indonesia atau PT BAI sebagai pemilik proyek. Perusahaan ini merupakan anak usaha patungan dari PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) dan PT Aneka Tambang atau Antam. Inalum dan Antam merupakan anggota dari MIND ID.

Reporter: Muhamad Fajar Riyandanu

Cek juga data ini

Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...