Top News: Peringkat Saham RI Turun dan Putra Riza Chalid Tersangka Korupsi

Agus Dwi Darmawan
26 Februari 2025, 07:51
Morgan Stanley
New York Post
Morgan Stanley
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Jangan ketinggalan membaca lima berita Top News yang menyajikan artikel terpopuler kemarin yang merangkum peristiwa bisnis dan ekonomi penting. Ringkasan ini akan membahas berbagai isu krusial, mulai dari kasus korupsi di tubuh Pertamina hingga dinamika pasar saham Indonesia. Simak ulasan singkat mengenai tokoh-tokoh sentral dan perusahaan yang menjadi sorotan.

Berita utama meliputi penetapan tersangka dalam kasus korupsi tata kelola minyak di Pertamina, dengan profil Dirut PIS Yoki Firnandi dan Dirut Pertamina Patra Niaga Riva Siahaan menjadi fokus. Selain itu, putra Riza Chalid juga ikut terseret dalam kasus yang sama, menambah kompleksitas permasalahan ini.

Lebih lanjut, ringkasan ini juga menyoroti penurunan peringkat saham Indonesia oleh Morgan Stanley dan rencana IPO Chandra Daya, anak usaha TPIA milik Prajogo Pangestu. Analisis mendalam mengenai valuasi IPO dan alasan di balik keputusan Morgan Stanley akan memberikan gambaran lengkap mengenai kondisi pasar saat ini.

Profil Yoki Firnandi, Dirut PIS Tersangka Korupsi Tata Kelola Minyak Pertamina

Kejaksaan Agung (Kejagung) menetapkan Direktur Utama Pertamina International Shipping (PIS), Yoki Firnandi, sebagai tersangka dalam kasus korupsi tata kelola minyak mentah dan produk kilang pada Pertamina Subholding dan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) periode 2018-2023.

Bersama Yoki, Kejagung menetapkan enam tersangka lain, termasuk dari PT Pertamina Patra Niaga, PT Kilang Pertamina Internasional, serta pihak swasta. Ketujuh tersangka ini akan ditahan selama 20 hari untuk proses pemeriksaan lebih lanjut.

Kasus korupsi ini diduga menyebabkan kerugian negara mencapai Rp 193,7 triliun, yang berasal dari berbagai komponen seperti kerugian ekspor-impor minyak mentah, kerugian impor BBM, kompensasi, dan subsidi. Yoki Firnandi, yang menjabat sebagai Dirut PIS sejak September 2022, memiliki latar belakang pendidikan teknik sipil dan manajemen, serta pengalaman menduduki berbagai posisi strategis di Pertamina Grup.

Penasaran dengan peran masing-masing tersangka dan bagaimana kerugian negara bisa mencapai angka fantastis tersebut? Baca artikel selengkapnya untuk mengetahui lebih dalam! Klik berita ini untuk membaca kelanjutannya. 

Profil Dirut Pertamina Patra Niaga Riva Siahaan Tersangka Korupsi Kelola Minyak

Kejaksaan Agung (Kejagung) telah menetapkan tujuh tersangka dalam kasus dugaan korupsi tata kelola minyak mentah dan produk kilang di Pertamina Subholding dan KKKS periode 2018-2023, termasuk Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga, Riva Siahaan. Kerugian negara akibat korupsi ini ditaksir mencapai Rp 193,7 triliun. Para tersangka akan ditahan selama 20 hari untuk proses pemeriksaan lebih lanjut.

Ketujuh tersangka memiliki peran penting dalam tata kelola minyak mentah dan produk kilang, termasuk posisi strategis di PT Kilang Pertamina Internasional, PT Pertamina International Shipping, serta beberapa perusahaan lain yang terkait. Riva Siahaan sendiri memulai karirnya di Pertamina sejak 2008 dan menduduki berbagai jabatan penting hingga akhirnya menjadi Dirut PT Pertamina Patra Niaga. Dengan sepak terjang karirnya yang panjang di Pertamina, menarik untuk mengetahui siapa saja yang terlibat dan bagaimana Riva Siahaan bisa terseret dalam kasus korupsi yang merugikan negara sedemikian besar? Simak berita selengkapnya.

Morgan Stanley Turunkan Peringkat Saham Indonesia Jadi Underweight, Ada Apa?

MSCI menurunkan rating pasar saham Indonesia menjadi underweight karena pergeseran tren return on equity (ROE) yang lebih baik di Cina. Pertumbuhan ekonomi Indonesia yang terhambat berdampak negatif pada valuasi pasar modal, sementara fundamental perusahaan di Cina menunjukkan perbaikan signifikan. Morgan Stanley menargetkan pertumbuhan indeks saham Cina dan merevisi naik target MSCI Emerging Markets.

Faktor geopolitik dan kebijakan pemerintah Cina yang lebih mendukung sektor swasta mengurangi risiko investasi di Cina, meningkatkan valuasi MSCI Cina. BEI merespons penurunan rating ini dengan menyatakan bahwa review MSCI dilakukan secara periodik dan berharap akan ada perubahan positif pada evaluasi berikutnya. Namun, IHSG mengalami penurunan signifikan, tetapi apa yang akan dilakukan BEI selanjutnya untuk meningkatkan kepercayaan investor? Klik link berita berikut untuk membaca kelanjutannya.

Putra Bos Minyak Riza Chalid Terseret Jadi Tersangka Korupsi Tata Kelola Minyak

Kejaksaan Agung (Kejagung) menetapkan tujuh tersangka dalam kasus dugaan korupsi tata kelola minyak mentah dan produk kilang di PT Pertamina Subholding dan KKKS periode 2018-2023, dengan kerugian negara mencapai Rp 193,7 triliun.

Salah satu tersangka yang menarik perhatian adalah Muhammad Kerry Andrianto Riza (MKAR), putra dari pengusaha yang dikenal sebagai "Saudagar Minyak", Mohammad Riza Chalid, atas perannya sebagai broker impor minyak mentah dan produk kilang.

Selain Kerry, enam tersangka lainnya berasal dari berbagai posisi strategis di Pertamina Group dan perusahaan terkait, termasuk Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga, Direktur Feedstock dan Product Optimization PT Kilang Pertamina Internasional, serta pejabat di PT Pertamina International Shipping.

Dugaan mark-up dalam kontrak pengiriman oleh tersangka YF di PT Pertamina International Shipping, diduga menguntungkan Kerry dan menyebabkan harga BBM menjadi lebih tinggi, yang berdampak pada kompensasi dan subsidi dari APBN. Simak kelanjutan beritanya untuk mengetahui fakta-fakta yang lebih mengejutkan!. Baca berita selengkapnya.

Menakar Valuasi IPO Chandra Daya Anak Usaha TPIA Milik Prajogo, Intip Profilnya

PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), melalui anak usahanya PT Chandra Daya Investasi (CDI), berencana melakukan Initial Public Offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia. Meskipun jadwal pelaksanaan IPO belum diumumkan secara resmi, sumber internal memperkirakan aksi korporasi ini akan berlangsung sebelum pertengahan tahun 2025. Analis menilai IPO ini akan membuka peluang sinergi, meningkatkan efisiensi operasional, memperkuat permodalan, dan memberikan fleksibilitas keuangan bagi Chandra Asri Group.

CDI, yang bergerak di bidang investasi infrastruktur seperti energi, air, dan pelabuhan, memiliki peran strategis dalam mengembangkan bisnis Chandra Asri. Kemitraan dengan EGCO Group dan akuisisi PT Krakatau Chandra Energi (KCE) semakin memperkuat fundamental bisnisnya. Kira-kira apa ya yang membuat PT Chandra Shipping International (CSI) melakukan MoU dengan PT Pertamina International Shipping (PIS)? Simak berita selengkapnya.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Aryo Widhy Wicaksono

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...