BMKG Peringatkan Potensi Banjir Rob di Pesisir Jakarta pada 3–12 November 2025

Ferrika Lukmana Sari
1 November 2025, 13:30
banjir
ANTARA FOTO/Aprillio Akbar
Warga berjalan menembus banjir yang menggenangi jalur utama pantura Semarang-Surabaya di Jalan Kaligawe Raya, Semarang, Jawa Tengah, Jumat (24/10/2025). Menurut petugas gabungan setempat, banjir di wilayah tersebut mengalami penurunan dari sekitar 75 sentimeter pada Kamis (23/10) menjadi sekitar 60 sentimeter pada Jumat (24/10), sehingga menyebabkan aktivitas warga dan lalu lintas terganggu.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan banjir pesisir (rob) yang berpotensi terjadi di sejumlah wilayah utara DKI Jakarta pada 3–12 November 2025.

"Potensi banjir rob ini dipicu oleh fenomena fase Perigee dan bulan purnama pada Rabu (5/11), yang dapat meningkatkan ketinggian air laut maksimum," tulis BMKG melalui akun Instagram resminya @infobmkg, Sabtu (2/11).

Berdasarkan pantauan data water level dan prediksi pasang surut, banjir rob berpotensi terjadi di pesisir Kamal Muara, Kapuk Muara, Pluit, Ancol, Marunda, Cilincing, Tanjung Priok, Kalibaru, Muara Angke, dan Penjaringan.

BMKG mengingatkan potensi banjir pesisir ini dapat berdampak pada aktivitas masyarakat di sekitar pelabuhan dan pesisir pantai, termasuk aktivitas bongkar muat pelabuhan, pemukiman pesisir, serta tambak garam dan perikanan.

"Masyarakat diimbau untuk selalu waspada dan siaga dalam mengantisipasi dampak pasang maksimum air laut serta memperhatikan update informasi cuaca maritim dari BMKG," tulis BMKG.

Tanggapan Pramono

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo menyebutkan penanganan banjir dan genangan di Ibu Kota lebih cepat dibandingkan daerah lain.

“Mohon maaf, bukan apa-apa, kalau dibandingkan dengan daerah-daerah sekitar, Jakarta pasti lebih cepat penanganannya, dan kemarin relatif cepat penanganannya,” kata Pramono saat ditemui di Penjaringan, Jakarta Utara, Kamis (30/10).

Pram, sapaan akrab Gubernur, mengakui genangan air di Jakarta selalu ada, terlebih beberapa hari terakhir kota diguyur hujan. Meski begitu, ia telah meminta Dinas SDA DKI menyiagakan seluruh pompa yang dimiliki Pemprov DKI Jakarta.

"Seperti yang saya janjikan berulang kali, kemarin sebelum hujan, semua air saya minta untuk dipompa. Jadi, sumber daya air sekarang ini 600 pompa yang kemarin dipersiapkan," kata Pramono.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Antara

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...