Berikut ini informasi mengenai wilayah-wilayah yang diprediksi bakal hujan lebat hinga kahir pekan menurut BMKG yang penting diketahui oleh masyarakat.
BMKG mengeluarkan peringatan banjir rob di Jakarta Utara antara 3-12 November 2025, dipicu fenomena perigee dan bulan purnama yang meningkatkan ketinggian air laut.
Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengungkap air hujan yang turun di Jakarta memiliki kandungan mikroplastik yang berasal dari pembakaran sampah plastik, serat sintetis dan debu kendaraan.
Hujan deras dan cuaca buruk melanda Jakarta, mengakibatkan banjir, pohon tumbang, dan ambruknya atap lapangan padel. Salah satu insiden mengakibatkan korban jiwa.
Partikel mikroplastik bisa berasal dari berbagai sumber di darat, seperti gesekan ban mobil, pelapukan sampah plastik kering dan terbawa angin, hingga serat pakaian berbahan sintetis.
BMKG memprediksi munculnya fenomena La Nina lemah pada akhir tahun 2025, meningkatkan curah hujan di Indonesia dengan puncak musim hujan terjadi pada November 2025 hingga Februari 2026.
Jakarta menjadi kota dengan kualitas udara terburuk kedua di Indonesia pada Rabu (1/10) pagi, meski diguyur hujan sejak Selasa (30/9) malam. Surabaya berada di urutan pertama.
Musim hujan identik dengan suasana dingin. Nikmati pilihan makanan dan minuman hangat yang bukan hanya enak, tapi juga menyehatkan tubuh serta bantu tingkatkan imunitas.
Hujan tidak memperbaiki kualitas udara di Jabodetabek; Tangsel dan Jakarta catat indeks AQI tidak sehat. Sementara Palangkaraya tampilkan udara terbaik di Indonesia.
BMKG memprakirakan hujan dengan intensitas lebat-ekstrem atau sangat lebat akan terjadi di sejumlah wilayah Indonesia selama periode arus mudik hingga H-1 Lebaran 2025.
Banjir di Bekasi dan Jakarta Timur disebabkan oleh belum selesainya proyek tanggul Sungai Bekasi dan normalisasi Sungai Ciliwung, diperparah oleh curah hujan tinggi.