Ketegangan di Timur Tengah Picu Rupiah Melemah: 3 Investasi Ini Bisa Dipilih
Nilai tukar rupiah melemah pada penutupan perdagangan hari ini, tercatat melemah 49 poin atau sekitar 0,28 persen ke posisi Rp17.382 per dolar AS, dibandingkan penutupan sebelumnya yang berada di level Rp17.333 per dolar AS. Kepala Ekonom Permata Bank, Josua Pardede, menjelaskan melemahnya rupiah dipicu oleh meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah setelah serangan Amerika Serikat terhadap Iran.
“Tensi di Timur Tengah kembali meningkat pasca penyerangan AS ke Iran hari ini. Dampaknya, harga minyak dunia kembali naik dan dolar AS menguat secara luas,” ujar Josua kepada ANTARA di Jakarta, Jumat.
Sepanjang pekan ini, menurut Josua, pergerakan rupiah cenderung sideways. Mata uang Garuda sempat melemah di awal pekan, lalu menguat menjelang akhir sesi karena adanya dukungan Tiongkok terhadap upaya negosiasi perdamaian di Timur Tengah. Namun, rupiah kembali tertekan pada perdagangan Jumat.
Ia memperkirakan pada perdagangan pekan depan nilai tukar rupiah akan bergerak terbatas di kisaran Rp17.300 hingga Rp17.425 per dolar AS. Sementara itu, kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada Jumat juga tercatat melemah menjadi Rp17.375 per dolar AS, dari sebelumnya Rp17.362 per dolar AS.
Ketegangan di Timur Tengah Picu Rupiah Melemah
Mengutip Sputnik, juru bicara Markas Besar Pusat Khatam Al-Anbiya, Ebrahim Zolfaghari, menyebut Amerika Serikat melanggar gencatan senjata dengan menyerang sejumlah wilayah Iran. Termasuk pesisir Pelabuhan Khamir, Kota Sirik, Pulau Qeshm, dan dua kapal milik Iran.
Sebagai balasan, angkatan bersenjata Iran dilaporkan menyerang kapal perang Amerika Serikat di wilayah timur Selat Hormuz, dan selatan Pelabuhan Chabahar hingga menimbulkan kerusakan cukup besar.
Menanggapi hal tersebut, Komando Pusat AS menyatakan militer Amerika berhasil menetralisasi ancaman yang datang, serta menargetkan fasilitas militer Iran yang digunakan untuk menyerang pasukan AS.
3 Investasi yang Berpotensi Menguntungkan saat Rupiah Melemah
Beberapa waktu terakhir, nilai tukar rupiah mengalami pelemahan yang cukup tajam. Berikut tiga jenis investasi yang dinilai berpotensi menguntungkan saat rupiah melemah:
1. Menabung Dollar
Menyimpan dana dalam bentuk dollar bukanlah hal baru di Indonesia, namun strategi ini masih dianggap efektif untuk meraih keuntungan ketika nilai rupiah turun. Cara melakukannya pun cukup sederhana, Anda bisa membeli dollar saat rupiah sedang menguat, kemudian menjualnya kembali ketika rupiah melemah.
2. Emas
Berbeda dengan investasi dollar, harga emas biasanya cenderung turun ketika rupiah melemah. Kondisi tersebut, dapat dimanfaatkan sebagai momen untuk membeli emas. Meski begitu, investasi ini membutuhkan kesabaran karena waktu yang tepat untuk menjual emas biasanya saat nilai rupiah kembali menguat. Karena itu, emas lebih cocok dijadikan pilihan investasi jangka panjang.
3. Obligasi Ritel (ORI)
Obligasi Ritel Indonesia (ORI) juga menjadi salah satu instrumen investasi yang cukup menarik saat rupiah melemah. Ini karena ORI memiliki tingkat risiko yang relatif rendah karena dijamin oleh negara. ORI sendiri merupakan surat utang negara yang dijual kepada masyarakat Indonesia secara individu melalui agen penjual resmi.
Rupiah melemah pada penutupan perdagangan seiring meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang mendorong penguatan dolar AS dan kenaikan harga minyak dunia. Kondisi tersebut, membuat pergerakan mata uang Garuda masih berada dalam tekanan, meski sebelumnya sempat mendapat sentimen positif dari upaya negosiasi perdamaian. Ke depan, pelaku pasar diperkirakan tetap mencermati perkembangan global, terutama situasi geopolitik dan arah kebijakan ekonomi internasional yang dapat memengaruhi nilai tukar rupiah.

