Kasus Corona di Indonesia Bertambah 2.277, Tertinggi di DKI Jakarta

Jumlah kasus positif virus corona di DKI Jakarta melampaui Jawa Timur per hari ini.
Image title
8 Agustus 2020, 16:43
Kasus Corona Bertambah 2.277, Tertinggi di DKI Jakarta
ANTARA FOTO/Jessica Helena Wuysang/hp.
Ilustrasi, petugas kesehatan melakukan tes diagnostik cepat (rapid test) terhadap siswa di SMUN 4 Pontianak, Kalimantan Barat, Sabtu (1/8/2020).

Kasus positif virus corona di Indonesia melonjak 2.277 menjadi 123.503 orang per hari ini (8/8). Peningkatan jumlah pasien Covid-19 tertinggi berasal dari DKI Jakarta.

Jumlah pasien terinfeksi corona di ibu kota bertambah 686 orang, menjadi 25.287 kasus. Peningkatan tertinggi kedua yakni di Jawa Timur, bertambah 429 menjadi 24.922 kasus.

Lalu, kasus positif corona di Jawa Barat bertambah 240 menjadi 7.387. Kemudian, ada penambahan 107 kasus di Sulawesi Selatan menjadi 10.364.

Pemerintah melaporkan 1.749 pasien sembuh dari corona, sehingga totalnya mencapai 79.306 orang. Namun angka kematian akibat penyakit ini juga meningkat 65 menjadi 5.658 orang.

Advertisement

Lonjakan angka kematian tertinggi berasal dari Jawa Timur yakni 22, menjadi 1.856 orang. Di DKI Jakarta dan Jawa Tengah, masing-masing ada penambahan pasien meninggal dunia 11 orang.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, kenaikan jumlah kasus pada hari ini didapatkan dari tambahan pemeriksaan 30.565 sampel spesimen. Sedangkan jumlah suspect Covid-19 menjadi 83.624 orang per hari ini.

Dengan semakin tingginya jumlah kasus corona di Indonesia, sebanyak 74 dokter meninggal dunia akibat terinfeksi virus corona maupun berstatus Pasien Dalam Pengawasan (PDP). Rata-rata berdomisili di Jakarta dan sekitarnya, Jawa Timur, Medan, Makassar, dan Banjarmasin.

“Kami belum menganalisis lebih lanjut terkait faktor wilayah. Laporan yang ada setidaknya mewakili penyebaran virus corona,” kata Anggota Bidang Kesekretariatan, Protokoler, dan Public Relations Pengurus Besar IDI Halik Malik, Sabtu (8/8).

Berdasarkan data Amnesty Internasional Indonesia pun, ada 89 tenaga kesehatan di Indonesia yang meninggal akibat corona per 13 Juli. “Jumlah dokter yang relatif sedikit membuat beban pelayanan semakin tinggi,” ujar Halik.

 

Reporter: Fahmi Ahmad Burhan
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait