Bentuk Unit Investasi untuk Startup, Telkomsel Siapkan Rp 576 Miliar

Startup yang dibiayai TMI bisa memanfaatkan akses pada ekosistem, aset, dan kompetensi yang dimiliki Telkomsel.
Desy Setyowati
13 Mei 2019, 12:55
Telkomsel, Investasi di Startup
Telkomsel
Telkomsel merilis unit bisnis di bidang investasi untuk startup, TMI

Perusahaan telekomunikasi, Telkomsel mengumumkan pembentukan anak usaha baru bernama Telkomsel Mitra Inovasi (TMI). TMI berperan dalam hal investasi, proses sinergi dan kolaborasi di berbagai unit bisnis Telkomsel. Operator ini pun sudah menyiapkan dana $40 juta atau sekitar Rp 576 miliar untuk diinvestasikan ke sejumlah startup di Indonesia.

Telkomsel bekerja sama dengan MDI Ventures dan Singtel Innov8 untuk menjalankan operasional TMI. “Kolaborasi kami melalui TMI akan  memberikan Telkomsel kemampuan untuk menghadirkan engagement model yang lebih fleksibel, responsif dan dapat diandalkan bagi startup yang mencari akses ke permodalan strategis kami,” ujar Direktur Utama Telkomsel Ririek  Adriansyah dalam siaran pers, Senin (13/5).

(Baca: Bisnis Telekomunikasi Diprediksi Minus, Operator Garap Layanan Digital)

Ririek menjelaskan, TMI akan berinvestasi di startup yang menjanjikan dan memiliki potensi bekerja sama secara sinergis. Startup yang dibiayai juga bisa memanfaatkan akses pada ekosistem, aset, dan kompetensi yang dimiliki Telkomsel. Ia berharap, TMI menjadi sarana bagi Telkomsel untuk mengakses berbagai peluang baru yang menarik di sektor teknologi.

Advertisement

Apalagi Telkomsel memang tengah mendorong aspek transformasi digital perusahaan, dalam rangka mengakselerasi pengembangan berbagai layanan baru, meningkatkan pengalaman pelanggan dan optimalisasi proses bisnis. “TMI dapat menghadirkan user experience yang lebih baik dengan kerja sama yang saling menguntungkan dalam jangka panjang,” ujarnya.

(Baca: Telkomsel Pakai IoT untuk Manajemen Pengisian BBM Pertamina)

Chief Executive Officer (CEO) TMI Andi Kristianto menambahkan, perusahaanya akan bekerja sama dengan startup dalam membangun rencana strategis guna memaksimalkan nilai jangka panjang. Dia menyampaikan, ada banyak market insights yang bisa TMI berikan dari perspektif pengusaha dan konsumen di Indonesia kepada startup.

Dia juga mengklaim, perusahaannya bisa membantu startup meningkatkan corporate awareness dalam ekosistem bisnis digital. “Kami selalu mencari cara untuk memanfaatkan aset Telkomsel dan memposisikannya untuk bisa dikembangkan dengan cara yang berbeda,” kata dia.

(Baca: Perkuat Layanan 5G, Telkomsel Gandeng Cisco dan Huawei)

MDI Ventures merupakan modal ventura dari Telkom, yang sudah beroperasi selama tiga tahun. MDI Ventures sudah berhasil membawa startup melantai di bursa efek di Tokyo atau Tokyo Stock Exchange. “Kami antusias berkolaborasi dengan TMI untuk berpartisipasi dalam pendanaan ini dan bekerja dalam berbagai sektor telekomunikasi digital,” ujar CEO MDI Ventures Nicko Widjadja.

CEO Singtel Innov8 Edgar Hardless menambahkan, ada banyak startup di Asia Tenggara yang ingin mengembangkan bisnisnya. “Telkomsel, dengan kehadirannya yang kuat di pasar Indonesia, memiliki posisi yang tepat untuk membantu startup agar mendapatkan akses (pendanaan),” katanya. Singtel Innov8 merupakan modal ventura milik operator asal Singapura, Singtel.

Sebelum mendirikan TMI, Telkomsel juga sudah memberikan akses kepada lima ribu startup di 20 kota di Indonesia terhadap sumber dayanya. Hal itu dilakukan Telkomsel melalui program The Next Dev sejak 2015. Pada 2018, Telkomsel meluncurkan program inkubasi untuk internet of things (IoT) bernama Telkomsel Innovation Center (TINC).

(Baca: Telkomsel dan Ruangguru Luncurkan Paket Internet untuk Siswa)

Reporter: Desy Setyowati
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait