Perluas Pasar, Go-Pay Gandeng Penyedia Sistem Kasir Pawoon

Melalui kolaborasi ini, 100 ribu lebih pengguna Pawoon bisa menerima pembayaran non-tunai lewat Go-Pay.
Desy Setyowati
12 Maret 2019, 18:31
Go-Pay untuk Pembayaran PBB di Semarang
Gojek
Seorang ibu mendapat penjelasan mengenai penggunaan Go-Pay untuk membayar Pajak Bumi dan Bangunan (PBB).

Financial technology (fintech) sistem pembayaran Go-Pay menggandeng startup penyedia sistem kasir Pawoon untuk memperluas pasar. Melalui kolaborasi ini, 100 ribu lebih mitra yang menggunakan layanan Pawoon menerima pembayaran non-tunai lewat Go-Pay.

Head of Business Development Go-Pay Vincent optimistis, kolaborasi ini akan memperluas pangsa pasarnya. “Kerja sama ini sejalan dengan misi kami untuk meningkatkan perekonomian masyarakat Indonesia dari Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Bersama Pawoon, kami berharap bisa mendorong UMKM Indonesia agar naik kelas,” ujarnya dalam siaran pers, Selasa (12/3).

(Baca juga: Go-Pay, Jawara Uang Elektronik)

Pendiri sekaligus CEO Pawoon Ahmad Gadi menambahkan, kerja sama ini akan memudahkan mitra untuk mengadopsi pembayaran non-tunai. “Hal ini sejalan dengan misi Pawoon untuk memajukan pebisnis Indonesia melalui teknologi,” kata dia.

Pawoon menyediakan layanan sistem kasir (point of sale/POS) berbasis Android. Pawoon menargetkan pelaku UMKM, waralaba dan korporasi untuk menggunakan layanannya. Pengguna dapat mengakses data penjualan dan inventori melalui aplikasi dan situs Pawoon. Dengan begitu, menurut Ahmad para penggunanya bisa memeroleh informasi bisnis yang akurat setiap saat.

Sejalan dengan hal itu, ia pun bekerja sama dengan Go-Pay guna menunjang perkembangan bisnis para penggunanya. Apalagi menurutnya, jangkauan Go-Pay sudah sangat luas sehingga bisa diterima oleh penggunanya di seluruh Indonesia.

(Baca juga: Riset Morgan Stanley Ungkap Ketatnya Persaingan OVO dan Go-Pay)

Aplikasi Pawoon sendiri diluncurkan pada 2015. Pawoon juga menggunakan teknologi komputasi awan dalam layanannya. Pada Desember 2018, pengguna Pawoon hanya sekitar 10 ribu. Kini, jumlahnya meningkat menjadi 100 ribu yang tersebar di seluruh Indonesia.

Sementara itu, Go-Pay sudah merangkul 300 ribu mitra yang 40% di antaranya merupakan UMKM Lalu, setengah dari transaksi di platform PT Aplikasi Karya Anak Bangsa (Gojek) menggunakan Go-Pay. Gojek merupakan induk usaha Go-Pay, yang aplikasinya sudah diunduh 130 juta kali.

(Baca juga: Startup Digitalisasi UKM, DIVA Beli 30% Saham Pawoon)

 

Menurut pemilik Daily Grind Coffee Jakarta Irma, integrasi Pawoon dan Go-Pay akan berdampak positif bagi bisnisnya. "Pawoon sangat membantu pelaku usaha yang masih baru seperti kami. Selama ini sudah banyak pelanggan kami yang ingin membayar dengan Go-Pay. Jadi kerja sama ini sangat menguntungkan bisnis,” kata dia.

 

Video Pilihan

Artikel Terkait