Saingi AS, Tiongkok Rilis ‘Cetak Biru’ Teknologi Skala Global di 2020

Selama ini, standar teknologi lebih banyak ditentukan oleh AS dan Eropa. Kini, Tiongkok ingin ambil bagian dengan meluncurkan 'cetak biru' tahun ini.
Desy Setyowati
22 Juni 2020, 15:48
Saingi AS, Tiongkok Rilis ‘Cetak Biru’ Teknologi Skala Global di 2020
ANTARA FOTO/REUTERS/Thomas Peter
Presiden Tiongko Xi Jinping tiba pada upacara penyerahan medali untuk pejabat tinggi nasional dan asing pada kesempatan peringatan 70 tahun berdirinya Republik Rakyat Tiongkok di Balai Agung Rakyat di Beijing, Tiongkok, Minggu (29/9/2019).

Tiongkok berencana merilis cetak biru terkait teknologi skala global, China Standards 2035 pada tahun ini. Pemerintah Negeri Panda makin serius mengurangi ketergantungan pada Amerika Serikat (AS). 

Cetak biru yang disebut ‘hype’ itu merupakan bagian dari rencana besar Tiongkok mengembangkan teknologi skala dunia. China Standards 2035 akan menjabarkan rencana pemerintah dalam menetapkan standar global terkait teknologi generasi mendatang.

Pelaksanaan China Standards 2035 memakan waktu 15 tahun. “Ini merupakan ambisi untuk menetapkan aturan skala dunia pada masa depan, terutama terkait teknologi saat memasuki era baru,” kata salah satu pendiri Horizon Advisory Emily de La Bruyere saat mengikuti acara podcast bertajuk ‘Beyond The Valley’ dikutip dari CNBC Internasional, Senin (22/6).

China Standards 2035 dinilai sangat penting untuk pengembangan teknologi, seperti 4G atau Wi-Fi. Ini memuat spesifikasi teknis, yang menjelaskan bagaimana teknologi bekerja dan interoperabilitasnya.

(Baca: Enggan Bergantung pada GPS AS, Tiongkok Akan Luncurkan Satelit Beidou)

Sejauh ini, pengembangan standar didominasi oleh perusahaan dan pakar AS dan Eropa. Tetapi dengan China Standards 2035, Beijing mendorong perusahaan domestik dan para ahli untuk menjadi bagian dari upaya global dalam menetapkan standar terkait teknologi.

Bruyere menilai, China Standards 2035 akan membuat Tiongkok memiliki keunggulan tersendiri di bidang teknologi. “Yang berarti Beijing mampu mengumpulkan informasi yang lebih baik tentang dunia, dengan keamanan dan implikasi komersial. Akan tetapi juga dapat membentuk informasi itu,” ujar Bruyere.

Hanya, Dewan Negara Tiongkok enggan menanggapi permintaan komentar terkait rencana merilis China Standards 2035 pada tahun ini. (Baca: Salip Samsung, Huawei Rajai Pasar Ponsel Global April 2020 )

Senior director of policy untuk Asia di Information Technology Industry Council (ITI) Naomi Wilson mengatakan, Tiongkok telah merilis sejumlah rencana strategis selama bertahun-tahun. China Standards 2035 merupakan yang teranyar, yang ditarget pemerintah Negeri Tirai Bambu.

“Tiongkok kemungkinan akan memainkan peran yang semakin penting, ketika perusahaan mereka berkembang. Proses dan pengembangan standar tidak beroperasi dalam ruang hampa dan itu bukan akhir dari semua daya saing teknologi juga. Ini satu tahap dalam proses. Ini tahapan penting,” ujar Wilson.

(Baca: Google Depak Aplikasi Anti-Tiongkok Asal India dari Play Store)

Standar ditetapkan oleh badan industri. Biasanya, banyak perusahaan dan pakar dalam suatu bidang berkumpul untuk menghasilkan standar.

Mereka menawarkan saran dan kemudian menyempurnakan seperangkat aturan terakhir selama bertahun-tahun. Wilson berpendapat bahwa proses ini akan menjadi tantangan bagi Tiongkok ke depan.

"Forum-forum ini berdasarkan aturan, berbasis konsensus, dan digerakkan oleh industri, yang benar-benar memiliki," katanya. Perusahaan dan pakar Tiongkok dapat mengusulkan beberapa hal agar lebih sesuai dengan teknologi terkini dan kebutuhan konsumen.

(Baca: AS Perpanjang Larangan Penggunaan Produk Teknologi Huawei Hingga 2021)

Video Pilihan

Artikel Terkait