Pesaing TikTok di India Janji Tak Akan Terima Investasi dari Tiongkok

India memblokir 59 aplikasi asal Tiongkok. Pesaing TikTok berjanji tak akan terima investasi dari Tiongkok, untuk menggaet pengguna.
Desy Setyowati
9 Juli 2020, 16:18
Pesaing TikTok di India Janji Tak Akan Terima Investasi dari Tiongkok
123RF.com/Alexey Malkin
Ilustrasi aplikasi video musik pendek TikTok

Pemerintah India memblokir 59 aplikasi buatan perusahaan Tiongkok. Pesaing TikTok, Chingari pun mengumbar janji tak akan menerima investasi dari Negeri Panda untuk menggaet lebih banyak pengguna.

Aplikasi video pendek Chingari diunduh lebih dari 10 juta kali di Google Play Store selama kurang dari sebulan. Platform ini dianggap sebagai alternatif TikTok.

Pengembang aplikasi lokal itu bahkan tengah menggalang pendanaan seri A senilai US$ 10 juta, yang akan ditutup pekan depan. Dana segar ini akan dipakai untuk mengembangkan platform di tengah melonjaknya jumlah pengguna.

Salah satu pendiri Chingari, Sumit Ghosh menyatakan perusahaannya tidak akan mencari dana dari investor Tiongkok. “Tidak sekarang, tidak selamanya," kata dia dikutip dari CNBC Internasional, Kamis (9/7).

Advertisement

(Baca: TikTok Diblokir di India, Instagram Siap Rebut Pasar)

Ia mengungkapkan, investor berasal dari Amerika Serikat (AS) atau Inggris. “Ada banyak uang global yang tersedia, sehingga jelas, tidak ada dana dari Tiongkok,” kata dia.

Perusahaan-perusahaan lokal memang memanfaatkan momentum perselisihan India dan Tiongkok untuk merebut pasar. Hubungan antara kedua negara memanas akibat bentrok di perbatasan Himalaya, yang menewaskan 20 tentara dari Negeri Bollywood.

Pemerintah India pun memblokir 59 aplikasi buatan Tiongkok. Namun, kebijakan ini tidak berlaku bagi perusahaan lokal yang mendapat investasi dari badan usaha asal Negeri Tirai Bambu.

Akibat kebijakan itu, TikTok diperkirakan merugi US$ 6 miliar atau Rp 87 triliun. Sumber Caixin Global mengatakan, kerugian TikTok lebih besar dibandingkan gabungan 58 aplikasi Tiongkok lain yang diblokir.

(Baca: Dilarang di India, TikTok Kehilangan 200 Juta Pengguna & Rugi Rp 87 T)

India merupakan pangsa pasar besar bagi TikTok. Pengembang TikTok, ByteDance bahkan telah menginvestasikan lebih dari US$ 1 miliar atau Rp 14 triliun untuk memperluas basis pengguna di Negeri Anak Benua itu.

TikTok juga berencana membuka pusat data lokal di India dan baru-baru ini menambah jumlah tenaga kerja. Berdasarkan data dari Sensor Tower, aplikasi TikTok telah diunduh sekitar 2 miliar kali secara global. India menyumbang 611 juta unduhan.

(Baca: Blokir 59 Aplikasi, India Tetap Tinjau 50 Proposal Investasi Tiongkok)

 

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait