Huawei Terancam Didepak, Samsung Siap Masuk Pasar 5G Inggris

Inggris mempertimbangkan setop pemakaian solusi 5G Huawei karena sanksi Presiden AS Donald Trump. Samsung siap masuk.
Desy Setyowati
Oleh Desy Setyowati
9 Juli 2020, 18:25
Huawei Terancam Didepak, Samsung Siap Masuk Pasar 5G Inggris
Donang Wahyu|KATADATA
Ilustrasi, counter produk Samsung

Pemerintah Inggris mempertimbangkan untuk menghentikan keterlibatan Huawei dalam pengembangan jaringan internet generasi kelima (5G). Perusahaan teknologi asal Korea Selatan, Samsung pun siap masuk ke pasar Inggris.

“Kami bisa, pasti,” kata Wakil presiden eksekutif Samsung Woojune Kim dikutip dari Reuters, Kamis (9/7). Pernyataan ini menjawab pertanyaan terkait kesiapan Samsung menyediakan layanan 5G di Inggris.

Samsung juga sudah melakukan diskusi komersial secara aktif dengan operator di Eropa untuk memasok peralatan jaringan. Perusahaan pun menginvestasikan sumber dayanya untuk pengembangan 4G, 5G dan 6G.

"Satu hal yang menjadi tantangan bagi Samsung memasuki pasar Inggris atau Eropa, lebih terkait dengan permintaan untuk teknologi Radio Access Network (RAN) tunggal, seperti 2G dan 3G," katanya kepada komite pembuat undang-undang Inggris.

(Baca: Kerja Sama 5G Terancam Batal, Huawei Peringatkan Pemerintah Inggris)

Hal itu disampaikan ketika Inggris mempertimbangkan untuk membatasi keterlibatan Huawei dalam pembangunan jaringan 5G. The Daily Telegraph bahkan melaporkan, pemerintah Inggris akan menghentikan pemasangan peralatan teknologi baru Huawei untuk 5G dalam enam bulan ke depan.

Salah satu penyebabnya, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memberikan sanksi kepada perusahaan asal Tiongkok itu. Sanksi ini dinilai akan berdampak pada keamanan teknologi Inggris, jika tetap menggunakan 5G Huawei.

Kesimpulan itu didapat dari laporan agen mata-mata Badan Intelijen Inggris, GCHQ. Hal ini dimuat dalam laporan National Cyber ​​Security Center GCHQ yang akan disampaikan kepada Perdana Menteri Inggris Boris Johnson pada minggu ini.

“Sanksi AS memiliki dampak ‘berat’ bagi perusahaan, yang secara signifikan mengubah perhitungan GCHQ,” demikian tertulis pada laporan, dikutip dari Reuters, Minggu (5/7) lalu.

Namun, tak ada bocoran terperinci terkait risiko keamanan teknologi yang dimaksud. (Baca: Inggris Diprediksi Setop 5G Huawei dalam Beberapa Bulan karena Trump)

Menanggapi hal itu, Huawei menegaskan bahwa sanksi dari AS tidak berdampak langsung pada kemampuan perusahaan memasok perangkat 5G ke Inggris. Huawei pun berharap, Inggris berhati-hati dalam mengambil kebijakan.

"Kami percaya, penting untuk menunggu sampai semua fakta dan implikasinya diketahui. Sekarang bukan waktunya untuk terburu-buru dalam membuat keputusan penting tentang Huawei," ujar Wakil Presiden Huawei Technologies Co.Ltd Victor Zhang dikutip dari Reuters, Kamis (9/7).

Setidaknya, butuh waktu berbulan-bulan untuk mengukur dampak dari sanksi AS terhadap layanan Huawei. (Baca: Terancam Didepak Imbas Trump, Huawei Buat Pusat Penelitian di Inggris)

Video Pilihan

Artikel Terkait