Ratusan Ribu UMKM Daftar Jadi Mitra Gojek dan Grab saat Pandemi Corona

Ratusan ribu pengemudi taksi dan ojek online, serta UMKM bergabung menjadi mitra Gojek atau Grab selama pandemi corona. Kedua decacorn pun berfokus menggaet UMKM.
Image title
20 Agustus 2020, 07:30
Ratusan Ribu UMKM Daftar Jadi Mitra Gojek dan Grab saat Pandemi Corona
Adi Maulana Ibrahim|Katadata
Ilustrasi, pengemudi ojek online menunggu penumpang di Stasiun Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Senin (17/2/2020).

Pantau Data dan Informasi terbaru Covid-19 di Indonesia pada microsite Katadata ini.

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) diimbau bergabung dengan ekosistem digital untuk menjangkau konsumen saat pandemi corona. Ratusan ribu pengemudi dan pelaku usaha pun mendaftar untuk menjadi mitra Gojek dan Grab.

Grab mencatat ada lebih dari 150 ribu mitra baru. Mereka bergabung melalui layanan GrabBike, GrabCar, dan GrabFood.

Selain itu, puluhan ribu pedagang pasar tradisional masuk ekosistem Grab melalui GrabMart dan GrabAssistent. “Lebih dari 32 ribu,” kata Managing Director of Grab Indonesia Neneng Goenadi kepada Katadata.co.id, Rabu (19/8).

Neneng menyampaikan, banyak UMKM yang terpukul pandemi virus corona. Oleh karena itu, perusahaan mengembangkan lebih dari 20 program untuk mendigitalkan bisnis UMKM.

"Kami mendukung UMKM dan juga gig worker yang tergabung dalam ekosistem untuk terus berkarya," kata dia.

Decacorn asal Singapura itu bekerja sama dengan lebih dari 20 instansi di tingkat pemerintah pusat dan daerah untuk menjalankan program digitalisasi UMKM. "Harapannya, mereka dapat terus menjadi bagian dari tulang punggung ekonomi Indonesia," ujarnya.

Sedangkan Gojek mencatat adanya 120 ribu UMKM yang bergabung dalam empat bulan terakhir. Riset dari Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LD FEB UI) menunjukkan, 94% dari UMKM yang beralih ke ekosistem digital itu berskala mikro.

Selain itu, hampir setengahnya atau 43% merupakan pengusaha pemula. “Selama pandemi, konsumen lebih banyak menggunakan platform digital untuk memenuhi segala kebutuhan," kata Co-CEO Gojek Andre Soelistyo dikutip dari siaran pers, beberapa waktu lalu (10/8). 

Andre mengatakan, perusahaannya telah membantu jutaan mitra usaha hingga saat ini. Sebanyak 95% di antaranya merupakan UMKM.

Untuk mendorong lebih banyak pelaku usaha go digital, perusahaan pun meluncurkan platform khusus UMKM. "Kami menghadirkan beragam solusi yang dapat digunakan oleh semua tipe UMKM, dari yang berskala mikro hingga besar," ujar Andre.

Melalui situs melajubersamagojek.com, Gojek membantu pelaku UMKM untuk mengembangkan bisnis. Bantuan itu mulai dari kegiatan pemasaran, memproses pesanan, pembayaran, pengiriman hingga administrasi.

Reporter: Fahmi Ahmad Burhan

Katadata bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 2005 2020 55). Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik di sini untuk info lebih lengkapnya.

Video Pilihan

Artikel Terkait