Gojek Beri Beasiswa Kuliah Kepada 10 Anak Mitra Pengemudi Ojek Online

Ada 5 ribu pengemudi ojek online yang mendaftar beasiswa kuliah yang diberikan oleh Gojek. Perusahaan berencana menjadikan ini sebagai program rutin.
Image title
2 Oktober 2020, 17:36
Gojek Beri Beasiswa Kuliah Kepada 10 Anak Mitra Pengemudi Ojek Online
Ajeng Dinar Ulfiana | KATADATA
IlustrasI Gojek

Perusahaan penyedia layanan on-demand, Gojek memberikan beasiswa kepada 10 anak pengemudi ojek online untuk menempuh pendidikan di tujuh politeknik negeri. Decacorn Tanah Air ini berencana menggelar program itu secara rutin.

VP Regional Operations Gojek Gede Manggala mengatakan, program beasiswa itu dibuat berdasarkan usulan mitra. Mereka kesulitan menyekolahkan anaknya hingga ke perguruan tinggi, karena faktor ekonomi.

Penghasilan sebagai pengemudi ojek online dianggap sulit untuk membiayai sekolah anak hingga universitas. Pendapatan juga menurun selama pandemi corona.

Gabungan Aksi Roda Dua (Garda) memperkirakan, penghasilan pengemudi rerata anjlok 30-40% saat pekan pertama Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) DKI Jakarta, September (14/9) lalu. 

"Ini upaya Gojek untuk meningkatkan taraf hidup mitra," kata Gede dalam diskusi media virtual, bertajuk ‘program beasiswa pendidikan kepada anak mitra driver Gojek di tujuh kota', Jumat (2/10). 

Beasiswa itu berlaku untuk biaya perkuliahan selama enam semester untuk jenjang diploma tiga (D3). Gojek pun menggaet tujuh politeknik negeri untuk menggelar program ini.

Ketujuh lembaga pendidikan itu di antaranya Politeknik Negeri Medan, Sriwijaya, Jakarta, Bandung, Elektronika Surabaya, Semarang, dan Ujung Pandang.

Gojek memilih politeknik karena lulusannya dinilai lebih mudah direkrut oleh perusahaan. "Selain itu, tepat guna," kata Gede.

Program beasiswa itu pun diminati banyak pengemudi ojek online. Setidaknya ada sekitar 5 ribu yang memperebutkan 10 beasiswa.

Ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi untuk mendaftar, yakni mitra aktif yang memiliki anak lulusan SMA. Selain itu, menjadi mitra minimal dua tahun.

Peringkat layanannya paling sedikit 4,7. "Artinya dia bebas dari pelanggaran, kecurangan, dedikasi dan loyalitas," ujar Gede.

Gojek pun berencana menggelar program beasiswa itu secara rutin. Namun, ini baru diputuskan setelah evaluasi. Selain itu, tergantung dari masukan para mitra.

Ketua Forum Direktur Politeknik Negeri Indonesia (FDPNI) Zainal Arief mengklaim, lembaganya mengedepankan keterampilan. "Ada mata kuliah untuk praktik dan magang di industri," katanya.

Sebelumnya, warganet di TikTok memperbincangkan video yang menceritakan anak mitra pengemudi ojek online bernama Dzikri Rahman yang memperoleh beasiswa dari Gojek. 

Melalui akunnya @dzikru.rahman, dia bercerita bahwa dirinya gemar membongkar mesin. Ia ingin melanjutkan kuliah di jurusan teknik mesin.

"Sejak dulu saya berpikir, bagaimana caranya bisa kuliah tanpa membebani orang tua," kata Dzikri.

Orang tuanya yang merupakan pengemudi ojek online kemudian mendaftarkan Dzikri pada program beasiswa Gojek. Setelah melalui seleksi, ia berhasil meraih beasiswa di Politeknik Negeri Jakarta jurusan Teknik Mesin.

Reporter: Fahmi Ahmad Burhan
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait