Akses Pendanaan Bagi 20 Startup untuk Melahirkan Tiga Unicorn Baru

Pemerintah menargetkan ada tiga unicorn baru hingga 2024, sehingga totalnya menjadi delapan. Untuk mendukung ekosistem startup, Kominfo menggelar program akselerasi.
Image title
26 November 2020, 19:20
Target 8 Unicorn di 2024, Kominfo Beri Akses Pendanaan Bagi 20 Startup
ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja
Ilustrasi, pengunjung melihat alat teknologi robot pada Pameran Inovator Inovasi Indonesia Expo (I3E) 2019 di Jakarta Convention Center, Kamis (3/10/2019).

Pemerintah menargetkan ada tiga unicorn baru, sehingga totalnya delapan pada 2024. Untuk mencapai target itu, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menggelar program akselerasi bernama Startup Studio. Pada tahap pertama, 20 perusahaan rintisan dipertemukan dengan investor.

Menteri Kominfo Johnny G Plate mengatakan, program tersebut sejalan dengan arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk mendorong transformasi digital. Presiden juga menargetkan ada tiga unicorn baru hingga 2024.

Saat ini, Indonesia telah memiliki empat unicorn atau startup dengan valuasi lebih dari US$ 1 miliar yaitu Tokopedia, Traveloka, Bukalapak, dan OVO. Selain itu, mempunyai satu decacorn dengan valuasi US$ 10 miliar lebih, yakni Gojek.

Johnny berharap, Startup Studio mendorong lahirnya unicorn-unicorn baru. Program ini memfasilitasi perusahaan rintisan tahap awal atau early stage untuk mendapatkan pelatihan dan pengembangan kapasitas selama tiga bulan.

Advertisement

Setelah itu, “memberikan akses pendanaan dari modal ventura (lokal dan global) kepada startup,” kata Johnny dalam acara virtual bertajuk ‘The Milestone Day Startup Studio’, Kamis (26/11).

Pada tahap pertama, kementerian memilih 20 startup. Mereka di antaranya AgenKAN, Biteship, Career Support, Feedloop, Halofina, Jejak.in, Justika, Keeppack, Larik.tech, Moodah, Nectico, Rakamin Academy, Rekosistem, Payo Kepasar, PTS.SC, Schoters, Tumbasin, Verihubs, Waterhub, dan Woobiz.

Mereka bergerak di berbagai bidang seperti pendidikan (edutech), penyedia layanan bisnis (Software as a Services/SaaS), teknologi finansial (fintech) hingga bidang lingkungan.

Kementerian menargetkan 300 startup berpartisipasi dalam program tersebut hingga 2024. Sedangkan untuk perusahaan rintisan yang lulus akselerasi diharapkan berperan dalam membangun ekonomi digital.

Salah satu startup terpilih dalam tahap pertama yakni Rakamin Academy, yang menyediakan layanan bimbingan karier di bidang digital. “Kami menghubungkan siswa dengan profesional di perusahaan teknologi besar,” kata Co-founder sekaligus CEO Rakamin Academy Andika Prasetya.

Ia menilai, perusahaan rintisan di sektor pendidikan berkembang pesat selama pandemi corona. Ini karena banyak pelajar yang diimbau belajar dari rumah. “Ini peluang. Kami bisa mengembangkan sumber daya manusia (SDM) lebih besar lagi,” katanya.

Startup terpilih lainnya yaitu Halofina, fintech perencana keuangan yang menyasar milenial. Segmen yang dibidik berpendapatan lebih dari Rp 7 juta per bulan dan tinggal di kota besar.

Lalu, startup lingkungan, Jejak.in yang juga mengikuti program akselerasi Gojek Xcelerate. Perusahaan ini pun sudah berkolaborasi dengan Gojek untuk menyediakan layanan menanam pohon secara online.

Sebelumnya, Dirjen Aplikasi Informatika Kementerian Kominfo Semuel Abrijani Pangerapan mengatakan, pemerintah optimistis memiliki tiga unicorn baru hingga 2024. “Tetap dibidik tiga meski ada virus corona," katanya dalam acara Katadata Forum Virtual Series bertajuk Dampak Pandemi Covid-19 terhadap Pelaku Ekonomi Digital, Juli lalu (9/7).

Ia menilai, ada tiga sektor yang berpeluang melahirkan unicorn baru. Pertama, keuangan atau fintech, karena layanannya dibutuhkan oleh masyarakat selama pagebluk corona.

Kedua, pertanian (agritech), yang transaksinya juga meningkat saat pandemi. Terakhir, pendidikan (edutech).

Reporter: Fahmi Ahmad Burhan
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait